hidup dan kenyataan gak selalu sama dengan harapan kita

di suatu kehidupan kita membutukan pengorbanan...apa yang kita inginkan harus ditukar dengan suatu pengorbanan...
pikirkan dengan terbaik...karna jika kau salah dengan pilihanmu terahir penyesalan akan selalu datang menghantui mu...

Mendengarkan Al Quran online

Listen to Quran

Sunday, September 23, 2012

Solo Indonesia Tanpa JIL

#IndonesiaTanpaJiL Solomovement





PRESENT :

_________________

Aksi damai sebar flyer & Silaturahmi Muslim & Muslimah Se soloraya.

Acara : Silaturahmi | Tebar Flyer ITJ
Tempat : CFD Gapuro Sriwedari
Hari : Minggu
Tanggal : 30|9|2012
Pukul : 07.00 pagi sampe selesai

Tolong Sebar ini pd temen2 muslim & muslimah via ввм , twitter, facebook, sms & telfon.

More info, hub :
Ph : 08562500974 (amin)
Pin : 29C13AD0 (iiR)

Dress code: memakai Kaos ITJ atau atasan baju putih.

 BERITA LAIN :


solo square terdapat bom

TERORISME DI SOLO: Bom Meledak, Pengunjung Solo Square Berhamburan Keluar



Polisi bersiap melakukan peledakan bahan berbahaya yang ditemukan di rumah terduga teroris, Chomaidi di Griyan, Pajang, Laweyan, Solo, Sabtu (22/9/2012). Peledakan terpaksa dilakukan karena rangkaian bahan peledak yang ada dinilai sulit dijinakkan. (JIBI/SOLOPOS/Agoes Rudianto)
SOLO – Penggerebekan rumah terduga teroris di Griyan, Pajang, Laweyan, sempat membuat para pengunjung pusat perbelanjaan Solo Square panik dan berhamburan keluar. Pasalnya, saat menggeledah rumah terduga teroris di kampung di belakang mal itu, ditemukan sejumlah bahan peledak dan rangkaian bom rakitan. Informasi di lapangan menyebutkan, bersamaan dengan penangkapan Chomaidi alias Medi, 43, warga Jl Lempuyang RT 2A, Griyan RT 007/RW 010, Pajang, tim Gegana Polda Jawa Tengah menemukan beberapa jenis bahan peledak di rumah Medi antara lain pupuk urea, potasium, 18 buah potongan paralon yang mana 6 buah diantaranya paralon berisi serbuk siap ledak, bubuk belerang, asam sulfat, asam sulfur, lima bom cair, tas plastik berisi bubuk mesiu dan lainnya.
Dari temuan bahan peledak, tim terpaksa meledakkan empat bom rakitan atau menggunakan teknik controlled explosion. Langkah itu diambil petugas lantaran bom tak bisa dijinakkan dan dapat membahayakan orang lain. Secara berurutan, ledakan terjadi pukul 11.30 WIB, 11.45 WIB, 12.45 WIB, 13.15 WIB. Dari keempat ledakan, bunyi ledakan terbesar pada ledakan terakhir yang mencapai radius dua kilometer.
Ledakan bom membuat karyawan Solo Square berhamburan keluar. “Ledakan itu cukup keras. Kami semua kaget dikira ada bom di sekitar mall. Pelanggan kami yang sedang potong rambut terpaksa kabur mendengar ledakan itu. Padahal potongan rambut belum sempurna (masih separuh), entah dia balik lagi atau gimana, yang penting kami bisa menyelamatkan diri,” tutur salah satu pegawai salon di Solo Square, Tina.
Tidak hanya membuat warga kaget, ledakan itu menyebabkan rumah induk milik Chomaidi hancur, sementara rumah tetangganya mengalami rusak dan kaca pecah. Bangunan yang terkena ledakan yakni milik Trini, Sigit dan Kadarno dan musholla. “Saya tidak menyangka jika Medi menyimpan bahan peledak yang membahayakan itu. Padahal dia aktif dalam kegiatan RT di kampung,” ungkap Ketua RT 007, Griyan, Kelurahan Pajang, Eka Herwin Dana, saat ditemui wartawan, di lokasi.
Menurut Herwin, rumah warga yang terkena rusak akan didata untuk mendapat ganti rugi dari kepolisian. “Semua rumah warga yang rusak didata, bangunan yang rusak dilaporkan pada Polsek Laweyan. Kami berupaya mengganti rugi,” ujar Kasubag Humas Polresta Solo, AKP Sis Raniwati, di lokasi.

sumber :  http://www.solopos.com/2012/09/22/terorisme-di-solo-bom-meledak-pengunjung-solo-square-berhamburan-keluar-331766

BERITA LAIN :

solo adalah kota yang menarik untuk di datangi

SOLO CITY JAZZ 2012: Bebek-Bebek Ramaikan Mantra Jazz-Jaipong Slamet Gundono

 Sabtu, 22 September 2012 22:36 WIB | Ika Yuniati/JIBI/SOLOPOS |

Seniman yang selama ini juga dikenal sebagai dalang wayang kontemporer, Slamet Gundono, tampil dalam Solo City Jazz di Pasar Triwindu, kawasan koridor Ngarsopuro, Solo, Sabtu (22/9/2012) malam. (JIBI/SOLOPOS/Dwi Prasetya)
Mengisi pementasan Solo City Jazz 2012, seniman serba bisa, Slamet Gundono, membawa pasukan bebeknya. Di antara bunyi ketipung kendang jaipong, sulukan dan saron, dalang wayang suket ini memasukkan suara-suara bebek pada lagu keduanya yang berjudul Selamat Malam Bebek. “Selamat malam, bebek-bebek kekasihku. Kwek-kwek, kwek-kwek, kwek-kwek, kwek-kwek,” nyanyi Slamet dengan nada tinggi sembari menabuh gamelan. Improvisasi yang dibuat Slamet Gundono dalam pementasan hari terakhir Solo City Jazz, Sabtu (22/9), di depan Pasar Triwindu malam itu memang memukau. Pada persembahan terakhir, membawakan lagu Kembang Sruni, dia bersama band’nya yang diberi nama Suket Galau Etnic Band, penuh prima, memainkan semua alat yang mereka bawa seperti saron, kendang jaipong, gitar, ketipung dan bass.
Dengan tempo cepat, suara keras dari perpaduan alat musik jazz dan tradisional itu memancing ribuan penonton yang datang untuk sekadar menggerakkan kepala dan tangannya. Tepuk tangan dan teriakan para penonton pun mengiringi pentas kali pertama Slamet Gundono dalam Solo City Jazz malam itu.
Membawakan konsep Mantra Cinta, Slamet menggeber tiga lagu ciptaannya bersama Suket Galau Etnic Band. Lagu-lagu tersebut ialah Mantra Cinta, Selamat Malam Bebek Kekasihku dan Kembang Sruni. “Jazz itu musik yang bebas. Bisa dimasuki aliran apapun. Itulah kenapa saya menggabungkan unsure etnik lebih banyak. Agar tetap nge-jazz tapi tetap tidak meninggalkan sisi tradisional yang kita miliki,” ucap Slamet belum lama ini kepada Solopos.com.
Bukan hanya Slamet, penyanyi cilik, Michele Kunhle yang berkolaborasi dengan Anto Prayogo dan Friends malam itu juga memukau penonton. Lewat suara tingginya, bocah asal Solo ini menyanyikan dua lagu Twinkle-Twinkle Little Star dan Over The Rainbow. Ditutup dengan pantun Jawa, Michele sempat membuat penonton ger-geran. “Cekap semanten saking kula. Ana sing pengin meneh? Pengin aku tampil meneh? Ya mbayara dhewe,” celotehnya.
Solo City Jazz hari terakhir malam ini juga menghadirkan kolaborasi-kolaborasi jazz-tradisional dari sejumlah musisi ternama tanah air. Di antaranya Javajine Percussion asal Solo, Emerald BEX dan pesinden Sruti Respati dan musisi kenamaan dari Bali, I Wayan Balawan bersama grup Gamelan Fusion-nya.

sumber :  http://www.solopos.com/2012/09/22/solo-city-jazz-2012-bebek-bebek-ramaikan-mantra-jazz-jaipong-slamet-gundono-331784

BERITA LAIN :

TERORIS SOLO TERTANGKAP

Kapolri: 8 Orang yang Ditangkap di Solo Jaringan Lama

Kapolri: 8 Orang yang Ditangkap di Solo Jaringan Lama

Menkopolhukam Djoko Suyanto dan Kapolri Timur Pradopo (kiri) hadir untuk memberikan keterangan pers di Kementerian Politik Hukum dan Keamanan, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Minggu (9/9/2012). Keterangan pers ini berkaitan dengan terjadinya ledakan bom rakitan di sebuah panti asuhan yatim piatu di Jalan Nusantara Raya, Beji, Depok, Jawa Barat, pada Sabtu malam 8 September. Diduga panti tersebut merupakan kedok untuk menutupi kegiatan perakitan bom di dalam rumah. (KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZES)

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kapolri Jenderal Polisi Timur Pradopo mengatakan 8 orang terduga teroris Solo yang ditangkap, Sabtu (22/9/2012) merupakan jaringan lama.



Karenanya, semua terduga teroris tersebut masih secara intensif diperiksa untuk dilakukan pengembangan."Yang jelas ini adalah jaringan lama. Yang memang terus kita kembangkan, nanti akan kita sampaikan," terang Timur, di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu (22/9/2012).


Kapolri mengatakan 8 terduga teroris yang ditangkap satuan detasemen khusus 88 antiteror dari pukul 01.00 - 11.00 WIB itu ditangkap di Solo dan sekitarnya.


"Kemudian yang paling menonjol dari temuan sementara ada 5 jenis bahan peledak yang siap diledakkan. Kemudian beberapa bahan peledak yang sekarang terus dilakukan olah TKP," menurut keterangannya.


Ia juga pada saat penyergapan tidak ada baku tembak dan penembakan. Pun tak terdapat jatuhnya korban baik pada kelompok yang diduga teroris maupun Polri.


"8 orang tadi selamat, petugas selamat, dan terus dilakukan pemeriksaan inntensif," terang dia.


Lebih lanjut terkait sejumlah bahan peledak yang ditemukan, sambung dia, sekarang sedang dijinakkan.


Sebelumnya diberitakan, Setelah menangkap Rudi Kurnia Putra (45) dan Baderi Hartono (45) kemudian tim Densus 88 Antiteror Polri langsung bergerak menangkap enam terduga teroris lainnya di wilayah Solo.


Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Boy Rafli Amar menjelaskan bahwa setelah ditangkap Baderi dan Rudi berturut-turut dilakukan penangkapan terhadap BH (45) RK (45) K (43) IV (30) N (46) FN (18) BN (28) dan T (29).


"Setelah melakukan penangkapan terhadap dua lainnya (RK dan BH) kemudian ditangkap lagi enam, sehingga totalnya menjadi delapan orang," kata Boy di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Sabtu (22/9/2012).


Menurut Boy, tertangkapnya delapan orang tersebut merupakan pengembangan dari keterangan yang diperoleh dari Muhammad Thoriq, Yusuf Rizaldi, dan Arif. "Mereka kelompok terkait bom Beji dan Tambora di Rumah Thoriq," ucap Boy.


Saat ini kedelapan orang tersebut masih berada sdi Jawa Tengah untuk dilakukan pengembangan lebih lanjut, sementara dari beberapa tempat yang digeledah hari ini, ditemukan beberapa bom aktif dan bahan-bahan pembuat bahan peledak.


"Saat ini mereka sedang diperiksa lebih lanjut untuk memastikan keterkaitanya dan nanti bisa dilihat statusnya bila kuat terlibat. Masih ada waktu 7 x 24 jam untuk nanti kita nyatakan statusnya," ungkap Boy.
sumber :  http://www.tribunnews.com/2012/09/22/kapolri-8-orang-yang-ditangkap-di-solo-jaringan-lama

BERITA LAIN :

Saturday, September 22, 2012

terbaru jokowi ahok gubernur DKI

Golkar Dukung Jokowi-Ahok hingga Akhir Jabatan
Penulis : Aditya Revianur | Jumat, 21 September 2012 | 12:45 WIB
TRIBUNNEWS/DANY PERMANA Calon Wakil Gubernur, Nachrowi Ramli, calon Gubernur, Joko Widodo, calon Wakil Gubernur, Basuki T Purnama, dan calon Gubernur, Fauzi Bowo (ki-ka), melakukan debat calon gubernur dan wakil gubernur di Jakarta, Minggu (16/9/2012). Pasangan pasangan Foke-Nara, bersama pasangan Jokowi-Ahok, melaju ke putaran kedua pilkada DKI Jakarta, yang akan berlangsung pada 20 September mendatang.

JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) yang juga merupakan Wakil Ketua DPP Partai Golkar, Agung Laksono, mengatakan bahwa pihaknya mendukung pasangan Joko Widodo (Jokowi) dan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) untuk memimpin ibu kota hingga akhir masa tugas. Mantan Ketua DPR RI ini mengatakan, Jokowi-Ahok memikul tugas berat selama menjabat menjadi pemimpin DKI Jakarta.

"Ini tantangan bagi Jokowi karena adanya tekanan tinggi di Jakarta. Banyak masalah belum ditangani dengan baik. Kami dukung Jokowi langgeng sampai akhir periode," ungkap Agung di Gedung Kemenko Kesra, Jakarta, Jumat (21/9/2012).
Agung menjelaskan banyak masalah kronis di DKI Jakarta seperti kemacetan, banjir, buruknya layanan transportasi umum, dan masalah industri kecil menengah, merebaknya pedagang kaki lima (PKL). Masalah kronis tersebut, lanjutnya, harus diselesaikan secara jitu oleh Jokowi-Ahok.
Dia juga mengungkapkan tingkat pengangguran dan kemiskinan di DKI Jakarta harus tetap dijalankan dengan lebih baik. Di luar itu, dia menyarankan sistem rantai birokrasi DKI Jakarta diperpendek.
"Warga Jakarta telah terbukti menginginkan perubahan," tambahnya.
Dia menegaskan, kebijakan partai Golkar untuk mendukung pasangan Fauzi Bowo dan Nachrowi Ramli atau Foke Nara mutlak kewenangan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) DKI Jakarta. DPP Partai Golkar, menurutnya, tidak ada sangkut-pautnya dengan dukungan DPD Golkar terhadap pasangan Foke Nara.
Meskipun demikian, dia menegaskan bahwa tak ada perpecahan di Partai Golkar.
"DPD Partai Golkar Jakarta memiliki hububungan tertentu dan pengalaman khusus sehingga memberikan dukungan ke Fauzi Bowo," ungkapnya.
Seperti diberitakan, hasil hitung cepat Litbang Kompas menunjukkan pasangan Jokowi-Basuki unggul dengan total suara 52,97 persen dan pasangan Foke-Nara sebesar 47,03 persen suara. Menurut hitung cepat Indo Barometer, Jokowi-Basuki mendapat 54,11 persen suara dan Foke-Nara mendapat 45,89 persen suara.
Selain itu, hasil hitung cepat Lingkaran Survei Indonesia, Jokowi-Basuki mendapat suara 53,68 persen dan Foke-Nara sebanyak 46,32 persen. Adapun hasil hitung cepat Lembaga Survei Indonesia, pasangan Jokowi-Basuki mendapatkan suara 53,81 persen dan Foke-Nara sebesar 46,19 persen suara.
Ikuti berita lain : 
 http://popyaly.blogspot.com/2012/09/jasa-cetak-stiker-vinyl-free-ongkir-se.html
http://popyaly.blogspot.com/2012/04/jazakallah.html

Monday, September 17, 2012

film yang menggemparkan islam Innocence of Muslims

Innocence of Muslims dan “Fitna”


“Innocence of Muslims”. Itulah judul film yang saat ini jadi berita besar dunia. Bukan lantaran kualitasnya hingga mendapat Piala Oscar, tapi karena isinya yang kontroversi. Film garapan Sam Bacile, warga Amerika Serikat keturunan Yahudi itu kontan membuat umat Islam sedunia marah.
Timur Tengah pun membara. Akibatnya, Dubes AS di Libya Chris Stevens beserta tiga stafnya tewas dalam serangan roket saat demonstrasi mengutuk film tersebut. Dalam film berdurasi dua jam itu, sosok Nabi Muhammad yang sangat dimuliakan umat Islam justru dijadikan sebagai seorang penipu, lelaki hidung belang yang lemah dan gemar melakukan pelecehan terhadap anak.
Entah apa yang ingin disampaikan sang sutradara biadab ini. Yang pasti sangat menyakiti hati umat Islam. Sementara pemerintah USA, tempat film tersebut dibuat juga belum mengambil tindakan apa pun.
Film murahan seperti ini mengingatkan saya dengan film “Fitna” yang dibuat oleh anggota parlemen Belanda yang anti Islam, Geert Wilders, beberapa tahun lalu. Film dokumenter itu memuat banyak ayat-ayat Alquran yang sengaja dipelintir sehingga terkesan Alquran menjustifikasi kekerasan dan terorisme. Islam seolah-olah agama yang haus darah dan umat Islam adalah barbar. Di bawah bendera kebebasan berekspresi dan mengemukakan pendapat, Wilders yang dibiayai NGO asing itu menampilkan adegan-adegan tentang tragedi kemanusiaan, seperti pengemboman London dan penyerangan WTC sambil mengutip ayat Alquran dengan seenak perutnya.
Bagi saya film “Innocence of Muslims” dan “Fitna” hanya upaya provokatif. Satu sisi, umat Islam jangan sampai terpancing. Jangan sampai melakukan tindakan-tindakan konyol yang hanya menjebak dalam tindak kekerasan sebagaimana diskenario mereka.
Cara-cara seperti ini bukan barang baru. Secara global, kebencian terhadap Islam memang sudah lama terpendam. Sejak Islam sebagai agama muncul, benih-benih itu mulai disemai. Kebencian ini terus membara tatkala kekuasaan (empire) Islam harus runtuh di bumi Andalusia (Spanyol).
Tulisan-tulisan orientalis dengan nada memojokkan Islam, Nabi Muhammad, dan Alquran berhamburan ke permukaan, meskipun kita tidak menafikan ada juga orientalis yang simpati terhadap Islam.
Di antara orientalis yang memojokkan Islam itu adalah Abraham Geiger (1810–1874). Ia seorang intelektual, rabbi, dan sekaligus pendiri Yahudi Liberal Jerman. Pada 1833 dia memublikasikan essay berjudul Was hat Moham­med aus dem Judenthume aufgenommen? (Apa yang telah Muhammad Pinjam dari Yahudi?). Dalam essay itu ia mengatakan bahwa kosakata bahasa Ibrani banyak berpengaruh terhadap Alquran, seperti tabut, taurat, jahannam, jannatun ‘adn, rabani, sabt, dan sebagainya sangat terpengaruh oleh doktrin-doktrin Yahudi.
Essay ini kemudian “diamini” Theodore Noldeke, pendeta Kristen asal Jerman. Ia berpendapat bahwa Muhammad-lah yang mengarang Alquran. Dengan menjadikan Bibel sebagai “pisau bedah” ia mengkritisi Alquran karena di dalamnya mengandung kesalahan yang fatal. Noldeke juga mengatakan sumber utama Muhammad adalah orang-orang Yahudi, sedangkan pengaruh-pengaruh Kristen lebih sedikit.
Sebenarnya masih banyak tokoh-tokoh lain dari berbagai zaman dan negara yang memandang Islam dengan kacamata kebencian. Sulit memang untuk menentukan kapan perlakuan-perlakuan seperti ini akan berhenti. Abraham Geiger, Theodore Noldeke, Pim Fortuyn, dan Geert Wilders hanyalah sederetan nama-nama dari sekian banyak nama pembenci Islam.
Satu sisi, sebagai muslim wajar saja jika kita merasa tidak terima dengan perlakuan orang-orang seperti Wilder terhadap Islam. Protes keras dan demonstrasi boleh-boleh saja dilakukan di tengah iklim demokrasi, selama tidak menjurus kepada hal-hal anarkis yang membawa kepada tindakan perusakan. Akan tetapi pada sisi lain, bukankah lebih baik jika momen ini kita jadikan renungan?
Islam sebagai agama memang mengajarkan kedamaian/keselamatan. Ini dapat dilihat dari arti kata “Islam” itu sendiri yang berasal dari kata “salama”, berarti “damai”. Pertanyaannya sekarang adalah bagaimana dengan umat Islam sendiri? Sudahkah kita mewujudkan Islam sebagai rahmatan lil “alamiin (rahmat bagi seluruh alam)?
Kita harus jujur menilai diri. Terkadang jangankan dengan umat lain, dengan seagama pun kadang kita masih melakukan hal-hal yang kontraproduktif dengan ajaran Islam. Kafir-mengafirkan, sesat-menyesatkan, menghina, serta merusak fasilitas saudara muslim sendiri seakan menjadi hiasan bagi kehidupan beragama kita.
Hanya lantaran berbeda paham dan keyakinan, dengan mudah kita mengafirkan saudara sesama muslim. Memecah belah saudara sekandung, bahkan yang ironis sampai pada menghalalkan darah. Padahal sebagaimana diungkapkan tokoh sufi besar abad pertengahan, Ibn Arabi, bahwa Tuhan terlalu besar untuk diikat oleh satu ikatan. (Kiram Akbar)
sumber : http://www.equator-news.com/vox-populi/20120916/innocence-muslims-dan-fitna

LIHAT BERITA LAIN : 
http://popyaly.blogspot.com/2012/09/jasa-cetak-stiker-vinyl-free-ongkir-se.html

Friday, September 14, 2012