hidup dan kenyataan gak selalu sama dengan harapan kita

di suatu kehidupan kita membutukan pengorbanan...apa yang kita inginkan harus ditukar dengan suatu pengorbanan...
pikirkan dengan terbaik...karna jika kau salah dengan pilihanmu terahir penyesalan akan selalu datang menghantui mu...

Mendengarkan Al Quran online

Listen to Quran

Saturday, March 31, 2012

bacaan islam Sultan Abdul Hamid II : Pejuang Sejati Palestina

Sebuah catatan sejarah yang wajib diketahui dan dipahami umat Islam yang mengingingkan Palestina kembali ke pangkuan Muslim. Nukilan dari catatan harian Sultan


"Anakku, ayah melihat orang-orang di sini sudah mulai memuji paras cantikmu. Maka mulai hari ini ayah ingin kamu mengenakan hijab dengan sempurna, karena kamu sudah menjadi wanita dewasa sekarang." Untaian kata penuh kasih sayang itu dituturkan dengan suara lembut oleh Sultan Abdul Hamid II kepada anaknya Aishah saat mereka tengah melintas di depan Masjid Hamidiye Yildiz...

Di depan masjid ini, terlalu banyak kisah yang memilukan hati menimpa diri dan keluarga Sultan. Percobaan pembunuhan dengan meletakkan bom di dalam kereta kuda Sultan, terjadi berselang beberapa saat usai shalat Jumat. Allah masih menghendaki Sultan Abdul Hamid tetap bertakhta. Upaya menghabisi nyawa orang nomor satu di dunia Islam itu kandas.

Di depan istana ini, Sultan sering melaksanakan shalat dan keluar menyapa rakyat yang selalu dekat di hatinya.

Di situ juga, Sultan sesekali menunggang kuda ditemani anaknya Aishah, sambil menitahkan arti penting menegakkan syariah bagi muslimah. Sejak saat itu anaknya berhijab sempurna, ini menandakan putrinya Aishah Osmanuglu telah memasuki usia aqil baligh.

Istana Yildiz yang terbuat dari kayu ini adalah tempat tinggal pilihan Sultan Abdul Hamid II, setelah beliau meninggalkan segala bentuk kemewahan kaum keluarganya yang sebelum ini di Istana Dolmabahce.

Sultan Abdul Hamid IISultan Abdul Hamid II, lahir pada hari Rabu, 21 September 1842. Dengan nama lengkap Abdul Hamid Khan II bin Abdul Majid Khan. Sultan adalah putra Abdul Majid dari istri kedua beliau. Ibunya meninggal saat Abdul Hamid berusia 7 tahun. Sultan menguasai bahasa Turki, Arab, dan Persia. Senang membaca dan bersyair.
Sebelumnya kekhalifahan dipimpim pamannya yaitu Abdul Aziz yang berkuasa cukup lama..digulingkan kemudian dibunuh oleh musuh politik Khilafah Utsmaniyyah mewariskan negara dalam kondisi yang carut marut. Tunggakkan hutang luar negeri, parlemen yang mandul, campur tangan asing di dalam negeri, tarik menarik antar berbagai kepentingan Dewan Negara dan Dewan Menteri serta birokrat-birokrat yang korup.

Bujuk Rayu oleh Yahudi
Abdul Hamid mengemban amanah memimpin sebuah daulah yang luasnya membentang dari timur dan barat. Di tengah situasi yang genting dan kritis itu. Beliau menghabiskan 30 tahun kekuasaan sebagai Khalifah dengan dikelilingi konspirasi, intrik, fitnah dari dalam negeri sementara dari luar negeri ada perang, revolusi, dan ancaman disintegrasi dan tuntutan berbagai perubahan yang senantiasa terjadi.

Termasuk upaya-upaya sistematis yang dilakukan kaum Yahudi untuk mendapatkan tempat tinggal permanen di tanah Palestina, bagian dari wilayah kekhalifahan Utsmaniyyah. Berbagai langkah dan strategi dilancarkan oleh kaum Yahudi untuk menembus dinding khilafah Utsmaniyyah, agar mereka dapat memasuki Palestina.

Pertama, pada 1892, sekelompok Yahudi Rusia mengajukan permohonan kepada sultan Abdul Hamid, untuk mendapatkan ijin tinggal di Palestina. Permohonan itu dijawab sultan dengan ucapan "Pemerintan Ustmaniyyah memberitahukan kepada segenap kaum Yahudi yang ingin hijrah ke Turki, bahwa mereka tidak akan diijinkan menetap di Palestina", mendengar jawaban seperti itu kaum Yahudi terpukul berat, sehingga duta besar Amerika turut campur tangan.

Kedua, Theodor Hertzl, penulis Der Judenstaat (Negara Yahudi), pendiri negara Israel sekarang, pada 1896 memberanikan diri menemuai Sultan Abdul Hamid sambil meminta ijin mendirikan gedung di al Quds. Permohonan itu dijawab sultan "Sesungguhnya Daulah Utsmani ini adalah milik rakyatnya. Mereka tidak akan menyetujui permintaan itu. Sebab itu simpanlah kekayaan kalian itu dalam kantong kalian sendiri".

Melihat keteguhan Sultan, mereka kemudian membuat strategi ketiga, yaitu melakukan konferensi Basel di Swiss, pada 29-31 agustus 1897 dalam rangka merumuskan strategi baru menghancurkan Khilafah Ustmaniyyah.

Karena gencarnya aktivitas Yahudi Zionis akhirnya Sultan pada 1900 mengeluarkan keputusan pelarangan atas rombongan peziarah Yahudi di Palestina untuk tinggal di sana lebih dari tiga bulan, paspor Yahudi harus diserahkan kepada petugas khilafah terkait. Dan pada 1901 Sultan mengeluarkan keputusan mengharamkan penjualan tanah kepada Yahudi di Palestina.

Pada 1902, Hertzl untuk kesekian kalinya menghadap Sultan Abdul Hamid untuk melakukan risywah (Menyogok) . Di antara risywah yang disodorkan Hertzl kepada Sultan adalah :

  1. 150 juta poundsterling Inggris khusus untuk Sultan.
  2. Membayar semua hutang pemerintah Ustmaniyyah yang mencapai 33 juta poundsterling Inggris.
  3. Membangun kapal induk untuk pemerintah, dengan biaya 120 juta Frank
  4. Memberi pinjaman 5 juta poundsterling tanpa bunga.
  5. Membangun Universitas Ustmaniyyah di Palestina.
Semuanya ditolak Sultan, bahkan Sultan tidak mau menemui Hertzl, diwakilkan kepada Tahsin Basya, perdana menterinya, sambil mengirim pesan, "Nasihati Mr Hertzl agar jangan meneruskan rencananya. Aku tidak akan melepaskan walaupun sejengkal tanah ini (Palestina), karena ia bukan milikku. Tanah itu adalah hak umat Islam. Umat Islam telah berjihad demi kepentingan tanah ini dan mereka telah menyiraminya dengan darah mereka. Yahudi silakan menyimpan harta mereka. Jika Khilafah Utsmaniyah dimusnahkan pada suatu hari, maka mereka boleh mengambil Palestina tanpa membayar harganya. Akan tetapi, sementara aku masih hidup, aku lebih rela menusukkan pedang ke tubuhku daripada melihat Tanah Palestina dikhianati dan dipisahkan dari Khilafah Islamiyah. Perpisahan adalah sesuatu yang tidak akan terjadi. Aku tidak akan memulai pemisahan tubuh kami selagi kami masih hidup."

Sejak saat itu kaum Yahudi dengan Zionisme melancarkan gerakan untuk menumbangkan Sultan. Dengan menggunakan jargon-jargon "liberation", "freedom", dan sebagainya, mereka menyebut pemerintahan Abdul Hamid II sebagai "Hamidian Absolutism", dan sebagainya.

"Sesungguhnya aku tahu, bahwa nasibku semakin terancam. Aku dapat saja hijrah ke Eropa untuk menyelamatkan diri. Tetapi untuk apa? Aku adalah Khalifah yang bertanggungjawab atas umat ini. Tempatku adalah di sini. Di Istanbul!" Tulis Sultan Abdul Hamid dalam catatan hariannya.

Kudeta pun Dilangsungkan
Malam itu, 27 April 1909 Sultan Abdul Hamid dan keluarganya kedatangan beberapa orang tamu tak diundang. Kedatangan mereka ke Istana Yildiz menjadi catatan sejarah yang tidak akan pernah terlupakan. Mereka mengatasnamakan perwakilan 240 anggota Parlemen Utsmaniyyah- di bawah tekanan dari Turki Muda-yang setuju penggulingan Abdul Hamid II dari kekuasaannya. Senator Sheikh Hamdi Afandi Mali mengeluarkan fatwa tentang penggulingan tersebut, dan akhirnya disetujui oleh anggota senat yang lain. Fatwa tersebut terlihat sangat aneh dan setiap orang pasti mengetahui jejak perjuangan Abdul Hamid II bahwa fatwa tersebut bertentangan dengan realitas di lapangan.

Keempat utusan itu adalah Emmanuel Carasso, seorang Yahudi warga Italia dan wakil rakyat Salonika (Thessaloniki) di Parlemen Utsmaniyyah (Meclis-i Mebusan) melangkah masuk ke istana Yildiz. Turut bersamanya adalah Aram Efendi, wakil rakyat Armenia, Laz Arif Hikmet Pasha, anggota Dewan Senat yang juga panglima militer Utsmaniyyah, serta Arnavut Esat Toptani, wakil rakyat daerah Daraj di Meclis-i Mebusan.

"Bukankah jam-jam seperti ini adalah waktu saat aku harus menunaikan kewajibanku terhadap keluarga. Tidak bisakah kalian bicarakan masalah ini besok pagi?" Sultan Abdul Hamid tidak leluasa menerima kedatangan mereka yang kelihatannya begitu tiba-tiba dan mendesak. Tidak ada simpati di raut wajah mereka.

"Negara telah memecat Anda!" Esat Pasha memberitahu kedatangannya dengan angkuh. Kemudian satu persatu wajah anggota rombongan itu diperhatikan dengan seksama oleh Sultan.

"Negara telah memecatku, itu tidak masalah,.. tapi kenapa kalian membawa serta Yahudi ini masuk ke tempatku?" Spontan Sultan marah besar sambil menudingkan jarinya kepada Emmanuel Carasso.

Sultan Abdul Hamid kenal benar siapa Emmanuel Carasso itu. Dialah yang bersekongkol bersama Theodor Herzl ketika ingin mendapatkan izin menempatkan Yahudi di Palestina. Mereka menawarkan pembelian ladang milik Sultan Abdul Hamid di Sancak Palestina sebagai tempat pemukiman Yahudi di Tanah Suci itu. Sultan Abdul Hamid menolaknya dengan tegas, termasuk alternatif mereka yang mau menyewa tanah itu selama 99 tahun.

Pendirian tegas Sultan Abdul Hamid untuk tidak mengizinkan Yahudi bermukim di Palestina, telah menyebabkan Yahudi sedunia mengamuk. Harga bagi Sultan pun terlalu mahal. Sultan Abdul Hamid kehilangan takhta, dan Khilafah disembelih agar tamat riwayatnya.

Jelas terlihat bahwa saat tersebut adalah saat pembalasan paling dinanti oleh Yahudi, di mana Abdul Hamid II yang telah menolak menjual Palestina pada mereka, telah mereka tunjukkan di depan muka Abdul Hamid II sendiri bahwa mereka turut ambil bagian dalam penggulingannya dari kekuasaan. Mendung menggelayuti wajah Abdul Hamid II dan wajah Khilafah Islamiyah.

"Sesungguhnya aku sendiri tidak tahu, siapakah sebenarnya yang memilih mereka ini untuk menyampaikan berita penggulinganku malam itu." Sultan Abdul Hamid meluapkan derita hatinya di dalam catatan hariannya.

Rencana menggulingkan Sultan sebenarnya sudah disiapkan lama sebelum malam itu. Beberapa Jumat belakangan ini, nama Sultan sudah tidak disebut lagi di dalam khutbah-khutbah.

"Walaupun Anda dipecat, kelangsungan hidup Anda berada dalam jaminan kami.." Esat Pasha menyambung pembicaraan.

Sultan Abdul Hamid memandang wajah puteranya Abdul Rahim, serta puterinya yang terpaksa menyaksikan pengkhianatan terhadap dirinya. Malang sungguh anak-anak ini terpaksa menyaksikan kejadian yang memilukan malam itu.

"Bawa adik-adikmu ke dalam." Sultan Abdul Hamid menyuruh Amir Abdul Rahim membawa adik-adiknya ke dalam kamar.

"Aku tidak membantah keputusanmu. Cuma satu hal yang kuharapkan. Izinkanlah aku bersama keluargaku tinggal di istana Caragan. Anak-anakku banyak. Mereka masih kecil dan aku sebagai ayah perlu menyekolahkan mereka." Sultan Abdul Hamid meminta pertimbangan.. Sultan sadar akan tidak ada gunanya membantah keputusan yang dibawa rombongan itu. Itulah kerisauan terakhir Sultan Abdul Hamid. Membayangkan masa depan anak-anaknya yang banyak. Sembilan laki-laki dan tujuh perempuan.

Permintaan Sultan Abdul Hamid ditolak mentah-mentah oleh keempat orang itu. Malam itu juga, Sultan bersama para anggota keluarganya dengan hanya mengenakan pakaian yang menempel di badan diangkut di tengah gelap gulita menuju ke stasiun kereta api Sirkeci. Mereka digusur pergi meninggalkan bumi Khilafah, ke istana kumuh milik Yahudi di Salonika, tempat pengasingan sebelum seluruh khalifah dimusnahkan di tangan musuh Allah.

Khalifah terakhir umat Islam, dan keluarganya itu dibuang ke Salonika, Yunani. Angin lesu bertiup bersama gerimis salju di malam itu. Pohon-pohon yang tinggal rangka, seakan turut sedih mengiringi tragedi memilukan itu.

Di Eminonu, terlihat Galata di seberang teluk bersedih. Bukit itu pernah menyaksikan kegemilangan Sultan Muhammad al-Fatih dan tentaranya yang telah menarik 70 kapal menyeberangi bukit itu dalam tempo satu malam. Mereka menerobos teluk Bosphorus yang telah dirantai pintu masuknya oleh Kaisar Constantinople. Sejarah itu sejarah gemilang. Tak akan pernah hilang.

Terhadap peristiwa pemecatannya, Sultan Abdul Hamid II mengungkap kegundahan hatinya yang dituangkan dalam surat kepada salah seorang gurunya Syekh Mahmud Abu Shamad yang berbunyi:

"Saya meninggalkan kekhalifahan bukan karena suatu sebab tertentu, melainkan karena tipu daya dengan berbagai tekanan dan ancaman dari para tokoh Organisasi Persatuan yang dikenal dengan sebutan Cun Turk (Jeune Turk), sehingga dengan berat hati dan terpaksa saya meninggalkan kekhalifahan itu. Sebelumnya, organisasi ini telah mendesak saya berulang-ulang agar menyetujui dibentuknya sebuah negara nasional bagi bangsa Yahudi di Palestina. Saya tetap tidak menyetujui permohonan beruntun dan bertubi-tubi yang memalukan ini. Akhirnya mereka menjanjikan uang sebesar 150 juta pounsterling emas.

Saya tetap dengan tegas menolak tawaran itu. Saya menjawab dengan mengatakan, 'Seandainya kalian membayar dengan seluruh isi bumi ini, aku tidak akan menerima tawaran itu. Tiga puluh tahun lebih aku hidup mengabdi kepada kaum Muslimin dan kepada Islam itu sendiri. Aku tidak akan mencoreng lembaran sejarah Islam yang telah dirintis oleh nenek moyangku, para Sultan dan Khalifah Uthmaniah. Sekali lagi aku tidak akan menerima tawaran kalian.'

Setelah mendengar dan mengetahui sikap dari jawaban saya itu, mereka dengan kekuatan gerakan rahasianya memaksa saya menanggalkan kekhalifahan, dan mengancam akan mengasingkan saya di Salonika. Maka terpaksa saya menerima keputusan itu daripada menyetujui permintaan mereka.

Saya banyak bersyukur kepada Allah, karena saya menolak untuk mencoreng Daulah Uthmaniah, dan dunia Islam pada umumnya dengan noda abadi yang diakibatkan oleh berdirinya negeri Yahudi di tanah Palestina. Biarlah semua berlalu. Saya tidak bosan-bosan mengulang rasa syukur kepada Allah Ta'ala, yang telah menyelamatkan kita dari aib besar itu.

Saya rasa cukup di sini apa yang perlu saya sampaikan dan sudilah Anda dan segenap ikhwan menerima salam hormat saya. Guruku yang mulia. mungkin sudah terlalu banyak yang saya sampaikan. Harapan saya, semoga Anda beserta jama'ah yang anda bina bisa memaklumi semua itu."

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
22 September 1909


ttd


Pelayan Kaum Muslimin
(Abdul Hamid bin Abdul Majid)


Semua Diakhiri dengan Perampasan oleh Bank
Deru langkah tentara kedengaran melangkah menuju istana. Meriam ditembakkan sebagai tanda Sultan Mehmed V dinobatkan menjadi penguasa Utsmaniyyah. Resmilah malam itu Sultan Mehmed V menjadi Khalifah ke 99 umat Islam terhitung sejak Abu Bakr al-Siddiq ra. Tetapi khalifah yang satu ini sudah tidak memiliki kekuasaan apa-apa. Hanya boneka pengumpan yang hanya akan mempercepat pemberontakan untuk pembubaran Khilafah Utsmaniyyah.

"Entahlah, di saat hidup dan matiku tidak menentu, aku merasa begitu tenang dan aman. Seperti sebuah gunung besar yang selama ini mengendap di dadaku, ketika diangkat terasa lega!" keluh Sultan Abdul Hamid

Sultan Abdul Hamid mengusap kepala anaknya Abdul Rahim yang menangis ketakutan. Anak-anaknya yang lain turut menangis. Perjalanan dari Sirkeci Istanbul menuju ke Salonika Yunani penuh misteri.

"Sabarlah anak-anakku. Jika Allah mengkehendaki kematian bagi kita, bukankah kematian itu kesudahan untuk semua." Sultan Abdul Hamid memberi motivasi kepada seluruh kerabatnya saat.Kereta api tengah meluncur laju. Bumi khilafah ditinggalkan di belakang. Sejarah kegemilangan 600 tahun Bani Usman, berakhir malam itu. Balutan hitam yang mustahil untuk diputihkan kembali.

Di tengah suasana malam yang sejuk, Sultan Abdul Hamid II melonjorkan kakinya di atas bangku kereta api sambil dipijit-pijit oleh anaknya Fatimah.

"Sabarlah anakku, negara tidak tahu apa yang telah mereka lakukan kepada umat Muhammad ini." Sultan mengusap wajahnya yang berlinangan air mata.

Terlalu lama Sultan dan keluarganya dikurung di istana kumuh milik Yahudi itu. Mereka dikurung dalam kamar tanpa perabotan sama sekali. Pintu dan jendela dilarang dibuka. Hari demi hari, adalah penantian kematian sebelum mati bagi Sultan dan keluarganya. Akhirnya pada tahun 1912, Sultan Abdul Hamid dipulangkan ke Istanbul, akan tetapi anak-anaknya dipisah-pisahkan, bercerai berai. Dibuang ke Perancis menjadi pengemis yang hidup terlunta-lunta di emperan jalan.

Kondisi di pembuangan Salonika atau di istana tua Beylerbeyi Istanbul sama saja bahkan lebih parah. Sultan dan beberapa anggota keluarganya yang tersisa tidak dibenarkan keluar sama sekali hatta sekedar pergi ke perkarangan istana kecuali untuk shalat Jumat di luar istana, tentunya dengan penjagaan yang super ketat. Makanan untuk Sultan dan putera puterinya ditakar sedemikian rupa, dengan kualitas makanan yang sangat rendah bahkan seluruh hartanya dirampas habis oleh tentera Ataturk.

Hari-hari yang dilalui Sultan dalam pembuangan dan pengasingan sangat menyedihkan. Dia dan keluarganya selalu diancam akan dibunuh, istana tua itu akan diledakkan. Pada suatu pagi selesai shalat Subuh, Sultan memanggil puteranya, Abdul Rahman. Dialah ahli waris terpenting setelah ketiadaan Sultan nanti.

"Kita akan berikan semua harta kita kepada pihak tentara karena mereka memaksa kita menyerahkannya. " Keluh Sultan kepada Abdul Rahman dengan nada sedih.

Puteranya itu menangis terisak hebat. Dia menjadi amat takut dengan para tentara yang bengis itu. Beberapa hari kemudian di lobi Deutche Bank, Istanbul, terjadi serah terima secara paksa semua harta Sultan, termasuk seluruh tabungan Sultan kepada pihak tentara.

Sultan tinggal di istana tua sebagai penjara di Beylerbeyi selama 6 tahun dalam kondisi yang sangat memperihatinkan. Tubuh kurus kering dan mengidap penyakit paru yang akut. Sultan benar-benar diisolasi dari dunia luar, sampai-sampai untuk mengobati penyakit saja dipersulit.

"Maafkan saya, Tuanku. Mereka tidak mengijinkan saya untuk hadir lebih awal," dokter yang merawat Sultan Abdul Hamid sambil berbisik. Nafas Sultan Abdul Hamid turun naik. Penyakit asthmanya semakin serius. Dokter sudah tidak dapat berbuat apa-apa lagi.

Sultan Abdul Hamid II menghembuskan nafas terakhir dalam penjara Beylerbeyi pada 10 Februari, 1918. Kepergiannya diratapi seluruh penduduk Istanbul karena mereka sudah sadar. Berkat kebodohan mereka membiarkan Khilafah Utsmaniyyah dilumpuhkan setelah pencopotan jabatan khilafahnya, 10 tahun yang lalu. Menangislah. tiada sejarah yang mampu memadamkan penyesalan itu. Wa.Islama!!!





Sumber:

Harb, Muhammad (1998).. Catatan Harian Sultan Abdul Hamid II. Darul Qalam. Asy-Syalabi, Ali Muhammad (2003). Bangkit dan Runtuhnya Khilafah 'Utsmaniyah. Pustaka Al-Kautsar, 403-425




link :  http://www.binhakim.com/2012/02/sultan-abdulhamid-ii-pembela-sejati.html

Friday, March 30, 2012

Free Download and liric Barry White - You're My First, My Last, My Everything

my first, my last, my everything
And the answer to all my dreams
You're my sun, my moon, my guiding star
My kind of wonderful, that's what you are
I know there's only, only one like you
There's no way they could have made two
You're all I'm living for
Your love I'll keep for evermore
You're the first, your the last, my everything

And with you I've found so many things
A love so new only you could bring
Can't you see it's you
You make me feel this way
You're like a fresh morning dew on a brand new day
I see so many ways that I
Can love you till the day I die
You're my reality, yet I'm lost in a-a-a a dream
You're the first, the last, my everything

I know there's only, only one like you
There's no way they could have made two
Girl you're my reality
But I'm lost in a-a-a a dream
You're the first, you're the last, my everything



link download :  http://www.4shared.com/mp3/jjiar7lQ/Barry_White-Youre_The_First_Th.htm

Free Download and liric indonesia "We Will Not Go Down"

Sebuah cahaya putih menyilaukan mata
Menerangi langit malam di atas Gaza
Orang-orang berlarian mencari perlindungan
Tidak tahu apakah mereka hidup atau mati
Mereka datang dengan tank dan pesawat mereka
Dengan berkobaran api memusnahkan segalanya
Dan tidak ada yang tersisa
Hanya suara bangkit di tengah asap tebal
Kami tidak akan menyerah
Di malam hari, tanpa perlawanan
Kalian dapat membakar masjid kami, rumah kami dan sekolah kami
Tapi semangat kami tidak akan pernah mati
Kami tidak akan menyerah Malam ini di Gaza
Wanita maupun anak-anak
Dibunuh dan dibantai tiap malam
Sementara para pemimpin apa yang nan jauh di sana
Berdebat tentang siapa yang salah & siapa yang benar
Tapi kata-kata tak berdaya mereka sedang dalam kesakitan
Dan bom pun berjatuhan seperti hujan asam
Tapi melalui tetes air mata dan darah serta rasa sakit
kalian masih bisa mendengar suara itu di tengah asap tebal
KAMI TIDAK AKAN MENYERAH DI GAZA MALAM INI

link download :  http://www.4shared.com/mp3/gUm8rFrZ/Michael_Heart_-_We_Will_Not_Go.html


Monday, March 26, 2012

Free Download and liric Thufail Al Ghifari - UMUR UMAT ISLAM

ketika fundamental adalah teroris dan demokrasi berorasi
dalam alunan kata rangkaian iblis
sumpah serapah untaian kata tragis liberalis
syair demokrasi memecah belah turki dan kebisuan
propaganda mata mata logika yang dustakan nilai aqidah
neraka tipu daya pluralisme agama
dari teluk ambalat hingga fenomena syiah vs sunni di irak
terdesak dari pertikaian bidak catur yg buta terkuak
pembakar intisari ukhuwah diatas ego golongan
pukul rata keluguan umat layaknya seribu ahli surga
maka bersuka citalah penemu benua amerika
ketika pengunjung kabah tak sajikan suara atas darah di palestina
berseteru dari misteri militansi Taliban
sempurna dalam kerapuhan mata-mata dari ketakwaan
ketika kapitalisme begitu manjur bersahabat dgn ketupat lebaran
dan islam menbunuh islam menjadi pahala
mereinkarnasi alasan di liang lahat slogan kekalifahan
penyeru batas propaganda da’wah palsu
berdiri diantara argumentasi rohani terbalut hawa nafsu
pemuja wadah arsitektur media kekafiran
ketika argumentasi mentahkan cerita para salafus soleh
dan serumpun jihad harus berpecah belah untuk satu alasan serupa
ketika semua merasa yang paling ahlus sunnah wal jamaah
Berapa lama lagi umur umat Islam2x

hermenetika dari omong kosong logika absurd orientalis
pudarkan makna definisi jelaga retoris
penggubris sandi alam dajjal penghianat histories
mem-backup batas individualis teorikal para badut zionis
untuk setiap Molotov dari setiap botol coca cola
dan mc donal menjadi 100 % halal bersenggama
berduet bersama Marlboro dan tafsir al azhar
berceritalah para anekdot ateis dalam kedangkalan syekh siti jenar
dari catatan putih para penghianat tauhid
untuk para pembual yang ikut membantai saudara islam kami disluruh dunia
merubah jenin menjadi diskotik baru berlabel anti teroris global
berduet bersama aril Sharon dan pemikiran liberal
bumbu paling menyedihkan ari fenomena bir bintang 0 % alkohol
dan senyawa paramadina memang telah cukup membuat islam menjadi tolol sengketa tanah dan minyak bumi
batu bara membara membantai sesama propaganda atas umat yang tak bersalah saat islam membunuh islam tak lagi jadi prahara
dan setiap kuffar lebih penting menjadi saudara
menyayat duka setiap tetes mata aroma intifadoh
lupakanlah che gwevara dan syair pagi hutan Bolivia
ketika revolusi berarti demokrasi dan seks bebas
membusuk bersama argumentasi islam kiri
episode paling mutakhir salah kaprah mansour fakih

Berapa lama lagi umur umat Islam2x

hitunglah umur umat islam ketika langit menghitam
diruang hukum yang tak perlu lagi merajam
terlupakanlah dzat yang tiupkan ruh didalam rahim
foto sintesa dari budaya pendusta agama ibrahim
saat al quran hanya pengantar debu hiasan rumahmu
dari zaman kezoliman yang asingkan setiap puing kemurnian islam
ketika teroris berarti musollah dan penjaga tauhid
maka demokrasi mengambil tempat bersama selinting ganja & jack Daniel
panorama pembakar batas hewan dan manusia
cakrawala tahajud yang tak sanggup lagi bersujud
pada dimensi ketika poligami berarti neraka
dan prostitusi menjadi hak asasi
ketika kondom fiesta menjadi solusi norma
menjamu kapitalisme dalam retorika syariat
raga dari propaganda albert pike dan ibnu arabi
lebih busuk dari argumentasi pembenaran murtad ala nafa urbach
dan consensus hak cipta sukses racuni anak bangsa
yang memasang jaring konsumerisme dari idiom professionalisme
ketika nasyid sudah tak beda lagi dgn backstreetboys
dan dewa 19 ternyata lebih harokah dari syair pagi falujah
senjata paradigma paling ironis
sejak peringatan bahaya merokok ada disetiap bungkus rokok
dan MUI belum juga mengerti bahwa hak cipta adalah milik allah
fatwakan umat sekaligus membela selangkangan bill gates

Berapa lama lagi umur umat Islam2x

link download : http://www.4shared.com/mp3/OwpzHoIG/thufail_alghifari_-_hari_umur_.html

Sunday, March 25, 2012

Free Download and liric Thufail Al Ghifari - SURAT UNTUK IBU

Sudahkah kau mau mengerti, [???],
tentang Allah dan KebenaranNya sentuhi ruang.
Kutak pernah bermaksud menyakitimu.
Tapi ini lah jalan hidupku yang kupilih tanpa paksaan.
Nurani yang memanggil jiwaku…

Dimana aku bersandung tentang dukamu.
Inilah laguku untukmu ibu.
Sekedar pengharapanku agar kau tahu.
Setulus kewajibanku sebagai seorang anak.
Membingkai kenangan kita.
Butiran-butiran kenangan perjalanan waktu.
Waktu yang selalu kuingat dalam sentuhan wejanganmu.
Diujung pintu rumah ku berlalu.
Menahan pilu tentang kehilangan dirimu.
Tapi jalan hidup adalah nuansa.
Nuansa yang ingin kujawab dengan kebenaran yang sempurna.
Ber-antah logika yang harus kuterima,
logika dari fakta konsekuensi ujung hati yang ingin bicara, tentang fakta, tentang realita yang kutemukan bersama cinta empunya surga.
Basah kasih sayang dari keharuman Madinah,
disetiap pertarungan sisi hati yang ingin menyapa hidayah.
Hidayah dari sebuah permata.
Yang membakar batas peradaban dunia.

Sudahkah kau mau mengerti, [???],
tentang Allah dan KebenaranNya sentuhi ruang.
Kutak pernah bermaksud menyakitimu.
Tapi ini lah jalan hidupku yang kupilih tanpa paksaan.
Nurani yang memanggil jiwaku…

Salahkah aku bertanya tentang Trinitas,
atau tentang Tuhan yang kecewa terhadap pohon Ara,
atau legenda sang rasul pembohong di antiokia.
Lalu siapakah Lord dan pornografi incest dalam cerita Kejadian.
Dan nabi seperti apakah yang telanjang di depan budak perempuan para hambanya.
Seperti Apsalon yang menzinai gundik ayahnya,
di depan mata seluruh Israel.
Skematis rasis di pintu Samaria.
Dan perempuan Kana’an yang teraskan anjing pramuria.
Beri celah antara kerancuan dan kitab tercabul melebur zina.
Bagi Tuhan yang bahkan masih bisa tertidur dan menangis ketakutan.
Bacakanlah doktrin itu Ibu,
dogma tritunggal yang membohongi fakta.
Hingga misteri laki-laki yang bersinar dari pegunungan Paran.
Generasi cahaya robbani dari revolusi suku Edar.
Dan mimpi Yesaya atas kedatangan pasukan onta.
Maka aku bersaksi Ibu,
diatas ketulusan hati ini,
bahwa tiada Tuhan selain Allah, dan nabi Muhammad itu utusan Allah.

Sudahkah kau mau mengerti, [???],
tentang Allah dan KebenaranNya sentuhi ruang.
Kutak pernah bermaksud menyakitimu.
Tapi ini lah jalan hidupku yang kupilih tanpa paksaan.
Nurani yang memanggil jiwaku…

link download : http://www.4shared.com/mp3/QVcU_crR/thufail_alghifari_-_surat_untu.html

Free Download and liric Thufail Al Ghifari - SEHELAI TIRAI DEMOKRASI

Bercerita tentang kemiskinan dan setiap proporsi tentang keterbelakangan
Di sekolah ketika kau duduk membaca Pelajari setiap kata bahasa dan budaya
Mentalar setiap isi sejarah dan urgensi tentang dogma
Dari setiap kurikulum yang dustakan intisari Akidah
Lempar paradigma tentang perdamaian
Mengaliri kebenaran ke sudut pemurtadan
Senggama neraka dari percaturan modernitas
Yang palsukan makna rukun Islam diatas omong kosong pluralitas
Dongeng kebodohan kaum trinitas
Menjelma dari setiap candu yang selalu klise terbahas
Manipulasi setiap kedok toleransi
Bersembunyi diatas real type tentang cinta kasih
Boneka para kafir demokrasi
Ketelanjangan amarah sebuah nilai tentang hak asasi
Di setiap tinta ijazah yang berubah menjadi tirani konsumerisme
Instalasi otak tercuci gengsi modernitas
Di sekolah dan setiap bukti nyata kesenjangan kelas
Kebohongan pendidikan pada satu rangkaian ambisi kafir membakar batas
Antara kufar dan Mukmin sejati
Simaklah musuh-musuh Islam di sekitar kita
Itulah para nasrani dan yahudi tak henti-hentinya
Selalu coba mendustakan Syahadat kami

Yeah … Come On !

Benturkan waktu …
Sungguh batas kesesatan jarak membendung kalbu
Tertusuk pilu …
Etape para pendusta agama disekitarmu
Dan para sahabat yang termurtadkan
Candu juru selamat palsu
Kuantitas para penipu
Membius dogma pluralitas senggama
Maka bersatulah umat Islam berteguhlah pada tali agama Allah Janganlah Kau bercerai berai

Yooww …
Pukul 7 pagi WIB ketika sistem mulai palsukan
Makna dari dua kalimat syahadat
Sekolah umum tidak mengajarkan kita menjadi Mukmin sejati
Rangkaian pembuta makna kemurnian Akidah
Pendusta agama diatas kompromi demokrasi
Hipokrasi dari aksiomatis kristenisasi
Mengiringi strategi dari kelicikan regenerasi partai damai sejahtera
Mantra dajjal dan boneka para yahudi
Terlaknat dari omong kosong eintokia
Barigade para setan misionaris dan pengekor nasionalis
Universalitas agama yang menjebak kawah sudut pandang tentang neraka
Maka bersyukurlah kepada militansi
Karena fanatik adalah kunci Mukmin sejati
Sekolahku adalah Tarbiyyah Islamiyah
Murrobiku adalah wali kelasku
Nabi Muhammad SAW adalah teladanku
Dan Allah SWT adalah segalanya bagiku
Maka jadilah Muslim sejati
Yang berlemah lembut terhadap sesama Islam
Dan bersikap tegas terhadap orang kafir
Dari Sehelai Tirai Demokrasi
Kemurnian yang harus tetap berdiri
Bersatu sehati menghapus setiap noda hitam di dalam kalbu
Bagi Indonesia dan kenangan syahid para mujahidin yang telah meninggal atas kemerdekaan bangsa ini

Benturkan waktu …
Sungguh batas kesesatan jarak membendung kalbu
Tertusuk pilu …
Etape para pendusta agama disekitarmu
Dan para sahabat yang termurtadkan
Candu juru selamat palsu
Kuantitas para penipu
Membius dogma pluralitas senggama
Maka bersatulah umat Islam berteguhlah pada tali agama Allah Janganlah Kau bercerai berai

Langkah prestisius dari sebuah kemunafikan toleransi
Ketika jawaban adalah pluralitas
Menghimpit buas pada satu estetika omong kosong patriot pemurtadan
Menjelma pada suatu nuansa kedamaian
Sekedar topeng bagi setiap ambisi pemfitnah agama
Memberi ruang lingkup kepalsuan
Pasa satu sketsa dilema pembenaran
Menjalar disetiap pengkafiran umat

Mereka memang tak henti-hentinya memerangi Islam
Mewujudkan fakta ambisi para misionaris edan
Disini keluguan umat semakin termanfaatkan bagi sebuah konspirasi global
Agenda pion-pion zionisme
Bintang Daud dan retorika tentang keselamatan
Semaikan jihadmu di dada kawan
Genderang Perang telah ditabuh
Tuk memereka yang selalu memerangi mereka yang selalu memerangi dan mengusik agama ini
Ikat sorban dan rapatkan setiap saf-saf persaudaraan Islam
Makna kata kekusuan dan terjagalah dalam setiap kalimat Allah
Bersatulah umat Islam
Waktunya kita bangkit dan merebut kembali kejayaan itu
Agar tak ada lagi yang dibodohi
Hingga tak ada lagi fitnah bagi agama ini

link download : http://www.4shared.com/mp3/37cDgjZj/thufail_alghifari_-_sehelai_ti.html

Free Download and liric Thufail Al Ghifari - SHELTER PENDAKIAN

Mendekatlah engkau kedalam pelukanku
Agar dapat kupecahkan seribu ketakutanmu
Takkan kubiarkan satu hal saja melukai hatimu
Walau ku sadari lelaki ini memang tidak sempurna
Tapi bersama Allah
Oh...
Ku yakin semua akan baik-baik saja
Ku yakin semua akan baik-baik saja

Sempurkan setengah agamaku
Biar ku cintai semua kekuranganmu
Ajarkan aku menerima mensyukuri dan dewasakan hidup ini
Bersamamu terujir kisah makna cinta sejati
Karena bersama Allah
Oh...
Ku yakin semua akan baik-baik saja
Ku yakin semua akan baik-baik saja
Ku yakin semua akan baik-baik saja
Ku yakin semua akan baik-baik saja

link download : http://www.4shared.com/mp3/VmqzNqVi/thufail_alghifari_-_senja_kala.html

Free Download and liric Thufail Al Ghifari - AZZAM DAN JIHAD

Teguhkan azzam peluru tauhid deklarasi aqidah sejati pecinta syahid
Qalbu adalah raja bagi setiap sisi manusia
Penjawab di akhir halaman depan pintu siksa
Mata telinga dan jiwa
Ratakan rasa ketika setiap hal pasti kan ditanya
Di sana di alam Barzah
Pertanggungjawaban di depan penguasa Jannah
Pujian dan doa teragung
Syair sejarah parang di setiap relung, merenunglah .. merenunglah
Tataplah dua pusaka dan siroh emas Jundulloh
Yang titipkan surat di atas dua warna
Hitam pena para ulama dan merah darah para syuhada
Yang kau miriskan terkelabui hati yang buta
Hati yang slalu salah mengartikan cinta
Cinta yang lahir di antara dua rasa sketsa akhirat atau ketololan dunia
Bijakkah ketika kata meraba tutur ? harta terindah dibalik tafakur
Keikhlasan jundi yang tak mudah tersungkur bersama buah zikir yang teratur
Bercerminlah agar kau terjaga dari futur
Bercerminlah agar kau tidak menjadi bagian para ahli kufur

Bulatkan tekad bersama ilmu, Perjuangkan Islam tegakkan Tauhid

Mushaf dan pedang antara cinta dan ketegasan
Rahmat semesta dari harta Surga yang tak terkira
Yang membuat seuntai ketapel menjadi lebih bermakna
Warna-warna batu dan air mata
Ketika jihad menjadi bingkai sejarah terindah
Bagi para pewaris ummat pilihan Allah Swt
Sang dzat Maha pemutar balik Hati dan Hidayah
Hey pujangga fajar penyair pagi yang gigih
Petapa hari penakluk matahari
Kesetiaan di ujung senja yang awali malam dengan tiga rokaat
Dan tekuni malam dengan muhasabah yang ketat
Pekat jiwa yang tersesat terjawab bersama 5 waktu dalam manfaat
Maka berdirilah dalam hidangan puncak Al-Anfal
Yang menghibur rasa atas harga diri An-nisa
Cinta yang dimulai dengan La illa ha ilallah
Maka bertekunlah dalam ilmu pengkaji waktu dalam syariat yang utuh
satu menyeluruh
Hingga semangat ini dapat meratakan leher-leher sang pemfitnah
Satu hari yang lebih baik dari 70 tahun ibadah

Bulatkan tekad bersama ilmu, Perjuangkan Islam tegakkan Tauhid

link download : http://www.4shared.com/audio/UJHuNfbs/Thufail_alghifari_-_Azzam_Dan_.html

Free Download and liric Thufail Al Ghifari - DEBU BATAS PALESTINA

Dimataku kulihat fakta, menyilat sejarah dari cinta dan amarah
pelupur dari setiap air mata tanah Anbiya, membedah kepedihan para pujangga Allah(Allah)
penjaga batas tanah syuhada, genggam ketapelmu hei Jundullah
kekuatan kita akan gentarkan nyali arogansi heksagram
hingga darah terakhir takkan terbungkam
mereka yang menikam, provokasi batas aqidah dari manipulasi jahanam
Jenin, grozny, Gaza hingga kecekung Kaspia
merekam teritorial dihadapan batu para pejuang
Ketika mereka membangkang, dari hati Musa yang terbayar duka
tebusi batas kebohongan warisan Samir
hingga sadarku menembus batas stagnasi dunia
fitnah yang tertuduh, dari seribu penimbun peluru
merangkai tanpa malu untuk rudal yang sentuh tubuh Syaik Ahmad Yasinku
dan air mata keluarga Rantisi, bagi kepedihan seluruh umat Islam di dunia ini
di mataku kulihat kau tersenyum sambil membunuh saudara kecilku yang sisakan jasad beku
40 jam berlalu untuk 3.297 juta nyawa syahid di Sabra Satilla
neraka yang cukup kau tawarkan, pintu surga yang begitu indah untuk tetap di garis depan
perlawanan ini adalah panggilan nurani, bagi mereka yang mau membuka hati ceria atas tawa yang tercuri
sesuatu yang harus kita rebut kembali, sesuatu yang harus kita jaga hingga akhir jaman ini
Senapan seragam besi dan tank baja para penjajah agama
Propaganda Jahiliyah di atas media massa
Temukan hidayah dari para pewaris Intifadah
Di garis depan kutunggu kau sahabat !!!!(Kutunggu Kau sahabat !!!)
Yang Tak akan pernah ada perdamaian bagi mereka yang tak pernah mengharagai Agama kita
Menepis setiap debu di garis batas perlawanan kita !

(Allahuuuu Akbar !)

Yo...cek, teruntuk kalian yang merindukan mereka
Yang berdiri dari kebesaran para panji-panji kemegahan Islam !
Yang menguhunuskan pedang di atas kebathilan
Yang bertutur bijak membangun keadilan dan kesejahteraan
Mereka yang maniskan intisari sejarah
Cerita panjang Syuhada tanah Anbiya
Abu Bakar Ash Siddiq, Umar Bin Khatab, Utsman Bin Affan, Ali Bin Abi Thalib
Hingga kebesaran Umar Bin Abdul Aziz
Lihatlah, bingkai kenangan itu kawan
warisan dari legenda para Mujahid
Pemimpin garis depan terbaik seperti Khalid Bin Walid, Pujangga Kalimatullah yang getarkan nyali para kafir dunia
Berdiri dari pewaris Abu Barzah Bin Al Zahra, Al Mutsad bin Abi Wariq Sah, Saad Bin Abi Waqash. bagi Kita para penerus Intifadah ini.
Generasi para penjaga batas serangan Zionis. Mimpi buruk paranoia Liberalis.
Seperti ketika Salahudin Al-Ayyubi meratakan arogansi salibis
Maka, tetaplah optimis, terserah fitnah yang menyebut kita fasis atau rasis (bahkan Teroris !)
Bagi jalan Allah yang termanipulasi kaum Hipokritis, terjagalah hei petinggi Syuhada !
hanya kematianlah akhir dari perjuangan kita
bagi dunia yang tak pernah menghargai Akhlak kita
Di mataku kulihat fakta karena itulah aku enggan menyerah Islam harus merdeka atau aku Harus Syahid di Jalan Allah !

(Allahuuuuuu Akbar !!!!!! Allahuuuuuu Akbar !!!!! Allahuuuuuu Akbar !!!!!!)

link download : http://www.4shared.com/mp3/8rKK0kBL/thufail_alghifari_-_debu_batas.html

Free Download and liric Thufail Al Ghifari feat Aa Gym - INTEGRITAS

[Aa Gym speaking]
Bismillaahirrahmaanirrahiim
Assalaamu’alaykum Warohmatullahi Wabarokaatuh

[audience]
Wa’alaykumussalaam Warohmatullahi Wabarokaatuh

[Aa Gym speaking]
Alhamdulillahirobbil ‘aalamiin, Allohumma sholi ‘ala Muhammad, wa ‘ala ‘aalihi wa ashbihi ajma’iin
Segala puja dan puji, total, semuanya hanya milik Allah. Ujian apapun yang datang kepada kita, pasti penyebabnya karena Allah menitipkan sesuatu pada diri kita. Sehingga tidak layak menjadi ujub dan takabur terhadap ujian. Melainkan menjadi tawadu’ dan bersyukur... [echoed]

[Thufail singin]
Di astana aku merana, disetiap air mata ku coba tetap membaca, diantara bahasa hati dan amarah. Langkah-langkah harapan yang hilang, lenyap bersama omong kosong yang membentang. Fasihnya kebebasan pun masih terkekang. Pedasnya air samudra dan kemunafikan. Sistem yang masih selalu menikam waktu kita. Hak-hak yang selalu terlupakan. Pedis mimpi yang menghampiri perjuangan kita. Kaca mata diri tak dapat menatap pasti. Sudut-sudut diskusi pun menjadi tak berarti, apalagi yang harus ku mengerti, saat hari ini masih tak jauh lebih berarti, dari setiap detik hidup yang penuh caci maki. Disetiap malam ku menyendiri, merangkum derita disetiap kesepian. Andai bisa ku rangkai angkasa, dan ku tulis perasaanku padamu. Akan ku tuang hingga batas maksimal kemampuanku. Agar kau mau mengerti, dibalik semua cerita, nada, bahasa, yang pernah ada; Ku tak akan pernah melupakanmu...

[Backing Vocal]
Kuharap kau..tetap terjaga..tirai-i langkah dengan doa..Kuharap kau.. tetap terjaga..tirai-i langkah dan doa..

[Thufail singin]
Dapatkah kau tetap bijak? Walau kepercayaan tertikam dari belakang. Dapatkah termaafkan salah? Lalu panjatkan syukur dan meredam prasangka, reduksikan amarah di indahnya hegemoni kita. Di hadirat Ilahi ku bertahan. Dalam telapak tanganNya ku berteduh. Dan iman ini sejukkan nurani. Masih perdulikah Tuhan pada diri ini? Entahlah! Bersyukur lalu ku bersujud, rebahkan lutut takkan ku ratapi maut. Disetiap batas waktu ku berserah, dan restui rencana perjuangkan takdir hidupku. Jika dapat ku bentangkan mimpi, dan ijinkan ku menjinakkan duka. Karena mata ini terlalu lelah menyimak derita, dan hati ini terlalu letih menapaki hari. Disetiap langkah, ku menyimak nestapa. Waktu yang selalu melukis cerita; luka, duka dan suka. Menjadikan semua kenangan yang penuh canda tawa. Kadang hari pula begitu membosankan, menyulut emosi di setiap batas-batas mimpi kita. Kau dan aku, kawan, kita semua, akan ku kenang selalu di dalam hatiku...

[Backing Vocal]
Kuharap kau..tetap terjaga..tirai-i langkah dengan doa..Kuharap kau.. tetap terjaga..tirai-i langkah dan doa..

[Thufail singin]
Biarkan setiap detik ini berjalan. Dan waktu pun akan segera bicara, di hinanya cerita yang menghias arti perjalanan kita. Kadang pula, duka memiliki wejangan yang jauh lebih bermakna. Bersama air mata ku coba mengambil hikmah. Dan menge-evolusikan semua menjadi suka. Masih ingatkah kau Hei pembunuh asmara, saat kita tersenyum bersama dan kita selalu berangkulan bersama, meretakkan masalah. Dapatkah kau belajar dari hari-harimu? Dapatkah kau kalahkan musuh terbesar dalam dirimu? Hatimu, nurani, sikap, introspeksi, dan jati diri. Akankah terbagi dan berakhir semua kepercayaan yang telah terbangun ini. Cinta kasih yang menyusuri di setiap mimpi. Dan harapan yang menggarisi cita-cita. Langkah kadang begitu hampa, terlalu dingin dan tak bersuara. Hingga di suatu saat nanti perjalanan ini akan segera berakhir. Dan tak perlu lagi duka, seperti saat kita selalu bersama. Saat kita selalu bersama menaklukkan semua. Dari seorang yang takkan pernah melupakan kalian, Thufail al Ghifari.

[Backing Vocal]
Kuharap kau..tetap terjaga..tirai-i langkah dengan doa..Kuharap kau.. tetap terjaga..tirai-i langkah dan doa..
[till end]

[Aa Gym du’a]
Allahumma sholi ‘ala Muhammad wa ‘ala ‘aalihi wa ashbihi ajma’iin
Duhai Allah Yang Maha Kaya. Ampuni.. segala kecerobohan kami terhadap semua nikmat yang Kau beri Ya Allah. Ampini kekikiran kami menafkahkan rezki yang telah dititipkan kepada kami. Ampuni keengganan kami menolong orang-orang lemah disekitar kami. Ampuni kesombongan kami terhadap orang-orang yang tiada berdaya disekitar kami. Ya Allah, tolongkan kami, menjadi pribadi yang indaaah, Ya Allah. Limpahi kami dengan rezkiMu yang halal, berkah, melimpah. Dan jadikan kami menjadi jalan bagi hamba-hambaMu. Duhai Allah Yang Maha Agung, jadikanlah siapapun yang menyimak ini menjadi orang-orang yang ikhlaass menghadapi hidup ini. Menjadi orang-orang yang terpelihara dari kezaliman terhadap siapapun, dan engkau lindungi dari kezaliman siapapun. Ya Allah, selamatkanlah bangsa kami ini, Ya Allah. Selamatkan negeri kami ini, Ya Allah. Karuniakan kepada bangsa kami ini, para pemimpin yang ariiiff, ya Allah. Ya Allah, bangkitkan kepada kami para pemimpin yang bijaak. Yang benar-benar cinta kepada kebenaran. Yang benar-benar hidup selalu dalam kebenaran. Yang benar-benar berjuang untuk membela kebenaran. Engkaulah penggenggam setiap makhlukMu, Ya Allah. Alhamdulillahirobbil ‘aalamiin.

link download : http://www.4shared.com/mp3/CcqRXRD3/file.html

Free Download and liric Thufail Al Ghifari - SELAMATKAN KAMI (Lyric by: Ustadzah Ir. Lathifah Musa)

Single Song Thufail Al Ghifari : Selamatkan Kami. Lagu ini di buat atas permintaan MUSLIMAH MEDIA CENTER sebuah counter propaganda terhadap RUU legalitas aborsi yang sempat di wacanakan. kalau RUU ini disahkan, maka aborsi menjadi halal di Indonesia, setiap orang boleh menikahkan dirinya tanpa wali, pelarangan nikah di...bawah umur 25 tahun, yang ujung ujungnya membangun sugesti ZINA bagi generasi indonesia. This Is Cool Propaganda! MAJU TERUS MUSLIMAH MEDIA CENTER! Thufail ngerap ala kadarnya sesuai permintaan Nafisa FB wakil dari MUSLIMAH CENTER. karena konsumsi lagu diarahkan ke anak anak SD, SMP dan SMA sebagai prioritas utama

Ketika Kami di USIA DINI
Kalian pagari dengan tayangan kebebasan
Para perempuan yang tak punya kehormatan
Mengumbar aurat dan bangga
Bangga dengan maksiat
Bebas berbuat
laki-laki dan perempuan
Tak ada batasan saling merusak kesucian
Kalian sebut ini kemodernan

Propaganda menyesatkan kalian cekoki kami
Tentang ibu yang tak perlu taat suami
Tentang Ayah yang tak harus jadi wali
Tentang harus serupa perempuan laki-laki
Tentang semua agama yang sama tinggi
Padahal kami generasi penerus risalah Para Nabi

Kalian telah rusak karakter-karakter keislaman kami

Chorus :

Wahai Ayah Ibu
Wahai Guru-guru
Wahai Bapak-bapak Pemimpin kami
Selamatkan hidup kami
Seluruh remaja negeri ini
Dari Gelombang Kehancuran
Dari Nista Dunia dan Siksa Neraka
Ketika Kami MENJELANG BALIGH
Kalian jauhkan kami dari al-Qur’an
Kitab Suci Mulia, sumber utama
pendidikan Wahyu Surga

Hingga kami tak kenal Keagungan Rabb Agung
Allah pencipta manusia, alam semesta
dan kehidupan dunia akhirat

Kalian tanamkan bahwa asal usul manusia
berawal dari protein
yang menjelma menjadi hewan melata
Kalian ajarkan materi tak dapat diciptakan
dan tak dapat dimusnahkan
Kalian katakan kehidupan adalah reaksi
sempurna unsur-unsur alam
Dimana tak ada Allah yang boleh berperan mengatur manusia yang Ia ciptakan

Lalu kalian kenalkan ide kebebasan
mengatur hidup kami Dengan UU dan hukum
yang telah kalian buat sendiri
lalu campakkan kami dari Syariat Agung Pencipta kami
Di atas jargon Kebebasan demokrasi basi

Chorus :

Wahai Ayah Ibu
Wahai Guru-guru
Wahai Bapak-bapak Pemimpin kami
Selamatkan hidup kami
Seluruh remaja negeri ini
Dari Gelombang Kehancuran,
Dari Nista Dunia dan Siksa Neraka

Ketika Kami AQIL BALIGH
Kalian katakan kami masih anak-anak
Begitulah rekayasa Undang-undang Perlindungan Anak
Kalian bilang kami masih di bawah umur,
hanya karena usia kami baru dua belas tahun
padahal kalianlah yang belum dewasa
walau usia kalian sudah lebih dari delapan belas tahun

Kamipun dibiarkan hidup bebas tak terikat
Tak ada beban walau tinggalkan sholat
Tak masalah walau umbar aurat
Tak peduli hidup kami hanya untuk kesenangan sesaat

Kalian cekoki kami dengan paham liberal
hedonisme bebal
Kalian sediakan kontrasepsi
Agar seks bebas tak kami takuti
sambil larang kami menikah dini
Walau di usia yang Allah ijini
Kalian sarankan kami untuk berzina dengan kondomisasi

Chorus :

Wahai Ayah-Ibu
Wahai Guru-guru
Wahai Bapak-bapak Pemimpin kami
Selamatkan hidup kami Seluruh remaja negri ini
Dari Gelombang Kehancuran,
Dari Nista Dunia dan Siksa Neraka

Ketika noda mencederai kehormatan dan terjadi Kehamilan
Kalian menyebutnya Kehamilan tak Diinginkan
Kalian ajarkan membunuh janin-janin bukan suatu kesalahan
Dengan UU yang membolehkan Aborsi yang kalian legalkan
Dan UU Kesehatan Reproduksi Remaja produksi setan

Dan KINI
Jadilah kami para pezina
Jadilah kami pembunuh janin-janin yang meronta
Kami pun lari ke lingkar Narkoba
Terjangkit penyakit-penyakit berbahaya
Merusak akal, fisik, masa depan dan jiwa
Saat itulah kami menyaksikan dengan merana
Jaringan Iblis Liberal tertawa
Wahai anak cucu Adam, selamat menjadi bahan bakar Neraka !

Chorus :

Selamatkan Selamatkan kami
Selamatkan Selamatkan kami
Selamatkan Selamatkan kami

link download : http://www.4shared.com/audio/DF9xs8X8/thufail_alghifari_-_selamatkan.html

Free Download and liric Thufail Al Ghifari - DARI GERAKAN KE KHILAFAH ISLAMIYAH

Saudaraku, sarungkanlah pedang Ali dan Aisyah ketempat yang pantas
Ketika Grilya sudah harus menampakkan diri ke permukaan mainstream
Maka sampaikan salam ini ke setiap molotov dakwah
barisan revolusi Islam Mulai Mengejawantah
Walau harus diancam ribuan polisi neraka
Di titik ruang komunikasi sel – sel perkumpulan surga
Terekonstruksi dari energi akar madinah
Dibangun dari bahan dasar sebuah gerakan
Oasis dari bayangan Uhud hingga FIS Di Aljazair yang takkan terlupakan
Beginilah waktu telah mengajarkan kami dengan baik
Untuk tidak pernah percaya pada barisan kafir dan munafik
Diatas taruhan demokrasi dan belenggu konfrontasi casuistic
Ancaman demokrasi parasit dan monopoli politik
Dari saham Sabra Shatilla hingga Bosnia Herzegovina
Sejarah telah memaksa kami menyusun ulang agenda perjuangan manusia,
Dimulari dari gerakan ke Negara
Lalu berakhir pada kebangkitan peradaban yang mulia
Khilafah Islamiyah Islam pasti kembali berjaya
fase demi fase
titik kaderisasi regenerasi barikade
antisipasi dari invasi Bangsa Simpanse
kaum Qabbalah tereportase
Kualitas Tarbiyah adalah kualitas Pilihan
Ekosistem dari lokomotif ketakwaan
Lahir dari gejolak kebangkitan perlawanan
Menuju bab konsolidasi
maka komunikasi adalah tulang punggung resistensi

Di Bangun Dari Bahan Dasar Sebuah Gerakan Sebuah gerakan perubahan

Izinkanlah kami menata ulang taman Indonesia
Selamat datang di negeri pecundang
Negeri dari rekayasa parang para pembangkang
Dan hunusan pedang firaun yang berpetualang bersama neraka datasemen 88
Dalam hipokritas pancasila dan inteligen Negara
dalam kolosal para maniak terror dan raja provokator
Yang sugesti 6 milliar rekonstruksi istana bogor
Dan orator pers hanya mampu menjadi kompor komrador tirani agar tak terlihat kotor
Rasakanlah jejak revolusi yang mulai menghampiri
Pembakar Sandiwara ilusi demokrasi
Dari rotasi rumus hak pilih dan konspirasi
Untuk kita yang bernafas dalam sangkar para tirani
sejak fundamental berarti cacat mental
maka kita memang telah dipimpin oleh kebohongan massal
monopoli modal agentur internasional
yang rubah setial mal menjadi lembaga sensor aqidah nasional
radikalisme dan reaksioner
friksi rekayasa control moneter
pabrik baru para parasit sekuler
Undang undang anti teroris dalam seranta pejabat teler
menggalau dalam doktrinasi internal konflik picu sumbu riotik
undang – undang patetik dan lusinan casuistic
risau pisau parau agenda Mason mulai mengacau
rekayasa semit dan isu teroris rangkai pecahan amoeba kontra fasis
Materialis yang telah merubah dalai lama pada kedangkalan nihilis
perumus tinja humanis yang membantai lusinan syuhada dengan sangat demokratis
begitu praktis hujatan egosentris yang meramu najisnya para atheis
Hey engkau pewaris syair Baitul Maqdis
Yang bertahan diantara tekanan fitnah dan isu teroris
Terbelenggu Poros prejudis dari para fasis yang berteriak fasis..
bertahanlah dan Allah beserta kita !

Di Bangun Dari Bahan Dasar Sebuah Gerakan Sebuah Gerakan Perubahan

link download : http://www.4shared.com/audio/06libWj2/thufail_al_ghifari_-_dari_gera.html

Free Download and liric Thufail Al Ghifari - ADA APA GERANGAN

Jika Allah berikan makan burung-burung
mestinya negeri ini lebih hebat dari itu
Jika Allah naungi semua tumbuhan
harusnya negeri ini lebih teduh dari itu

Reff:
Ada apa gerangan
Adakah salahku menghambat semua keberkahan
Ada apa gerangan
Adakah raguku tutup semua keberkahan

Pada-Mu ya Allah kami gantungkan semua do'a
Dan ikhtiar niat kehidupan kami
Pada-Mu ya Allah harapan semua keberkahan
Tutunlah kami selalu berjalan dalam syariat-Mu

Pada-Mu ya Allah kami gantungkan semua do'a
Dan ikhtiar niat kehidupan kami
Pada-Mu ya Allah murnikan semua keberkahan
Jagalah kami selalu berjalan dalam syariat-Mu

Jika Allah berikan kenyang ikan dilautan
Mengapa masih ada dahaga di negeri ini
Jika Allah cukupi semut hingga singa di hutan
Pantaskah kita berharap pada selain Allah

 link download :  http://www.4shared.com/mp3/HQOY_7uZ/thufail_alghifari_-_ada_apa_ge.html

Free Download and liric Thufail Al Ghifari - KARAVAN SENJA

Yo Muslim Forever !

Terkenanglah darah itu, mereka yang telah pergi
Terdengarkah suara itu, Panggilan yang memanggil
(Demi Alloh dan para RosulNya)
Terjaga dari segala kekufuran

Untuk mereka yang telah pergi, mereka yang telah memberikan segalanya bagi ummat ini

Peluru di depan setiap sisi barisan
Dapati harapan nyawa tak tersisa
Kota tua di setiap kebisuan deru debu
Menapaki jejak para tentara jahiliah
Terhampar di atas kenangan strategi qabal
Di atas sehelai sorban tak di kenal
Perang parang bersarang di antara peperangan panjang
Kesturi pewaris bunga-bunga Surga yang tak akan hilang
Berjuta mayat tak bersalah, anak-anak tak berdosa
Di antara hijab yang menjadi saksi kepergian para Syuhada
Altilery dari ahklak Robbani
Sejenak jingaku terpaku tak tersentuh habis batas-batas Neraka
Bocah-bocah yang menangis menatap hampa, tak tahu lagi di mana ayah dan ibu mereka
Bangkitlah singa-singa Islamku ! pikirkanlah tungganan mu sahabat
Karavan Surga telah menunggu kita
Panggilan hijrah dari sebaik-baiknya langkah
Jihad tidak dengan negosiasi
Jihad tidak dengan perundingan damai, tidak juga dengan dialog
Jihad adalah sebaik-baiknya perlawanan
Membakar peluru historis
Dari Hasan Al-Banna hingga Syekh Abdullah Azzam
Ikhwanul Muslimin hingga Al-Qaeda
Lihatlah negeri di mana saudara-saudara kita terjajah
Karena ku tak salahkan musuh yang datang dengan persiapan dan kekuatan yang matang, tetapi ketika mereka ada untuk menindas Islam, maka jalan kita adalah berJIHAD dan BANGKIT untuk tetap terjaga di jalan Alloh

Ya Alloh kuatkanlah hamba-Mu

Iringi setiap angin yang hembuskan kematian
Kini saatnya merapatkan barisan
Berdiri tegak patahkan gejolak kekufuran
Prioritas ibadah adalah pondasi utama
Pengetahhuan menjadi bekal amunisi
Ukhuwah adalah kekuatan, berdiri dari cermin Mukmin sejati
Pujangga penerus amanah Rosullulloh saw
Membakar batas air raksa jahilliah
Suatu ketika Islam berkibar dari kejayaan Robbani

Penyempurna warisan perjuangan Anbbiya
Rahmatan lill’alamin dari kekhalifahan Islamiyah
Intifadhah hingga akhir sejarah
Jenin, Gaza, Serbia, Checnya, Kasmir, Malaysia
Yerussalem, Irak, Afghanistan, Phillipina, Thailand
Kosovo, Brosni hingga Sumeria
Poso, Ambon, Pakistan, Karbala, Nigeria
Jakarta, Mekkah, Perancis, Madinah
Jihad hingga seluruh tanah Islam di dunia !
Tak ada lagi waktu yang tersia-sia kan
Genderang perang telah berkibar
Hingga tidak ada tempat bagi Zionis Yahudi dan antek-anteknya
Mengenang setiap jiwa pendaulu kita
Dari Khalid bin Walid hingga Sallahudin Al-Ayyubi dan Abdul Aziz Ar-Rantisi
Hingga titik darah penghabisan
Amal ma’ruf nahi mungkar
Karena tidak ada yang sia-sia
Tidak akan ada yang sia-sia dalam membela Islam
Allahhuu Akbar !

Allohhh .. di sini ku menghadap-Mu
Allohhh .. restuilah harapanku
Bersatulah seluruh ummat Islam !

Terkenanglah darah itu, mereka yang tel..

link download :  http://www.4shared.com/mp3/mLr5T5Gv/karavan_senja.html

Free Download and liric Thufail Al Ghifari - PURITAN (HOMICIDE IS DEAD)

Bismillahirrahmaanirrahiim
Assalamualaikum …
Muslim strikes back yo…(strikes back)

Adalah bagaimana para atheis menyangkal nama Tuhannya
Fitnah terlebih dahulu tanpa beri kesempatan untuk bertanya
Tentukan setiap tema legitimasi logika seperti hak cipta
Supaya bisa kucuci seluruh ketololanmu dengan aqidah
Persetan dengan logika sejak parameter hak asasi kuffur dengan seberapa banyak maksiat yang kau benarkan tuk tetap ada
Kini lehermu-lah yang membuat golokku terasah
Target operasi diantara segudang komunis seperti sosialis di tempat sampah
Karena aku adalah libido kemarahanmu yang terangsang pada kedangkalan isi penipu Marxis idiot atheis yang tetap melacur di kelurahan nasionalis

Para manusia goblok warisan orientasi kontra pantura
Atheis berbisa ular belukar liberal
Idiot mana yang coba definisikan moral
Persetan dengan diskusi tanpa implementasi dan kunci pembuka hati dialektika omong kosong seribu bahasa
Instruksi air raksa
Sahabatku yang kau murtadkan tanpa sadar ke jurang neraka
Reduksi basa-basi hingga ke kafir yang paling fatal
Dustakan banyak dalil
Pluralis adalah ambisi
Wadah amunisi kalian memang lebih bangsat dari Abu Jahal
Logika kalian membuat kami siap tuk menuai badai

Untuk setiap logika pembenaran yang kau bela dengan fitnah
Yang membuat orang lain kuffur bersamamu
Untuk setiap ide yang kalian doktrin bagi utopia yang kalian harapkan
Aku bersumpah bagi seluruh kaderisasi Islam yang harus tetap bertahan
Dari setiap generasi Islam yang harus tetap terjaga
Maka setiap jenis sakal yang kalian olok-olokkan
Sampai akhir hidupku Islam akan kubela walau nyawaku harus rata dengan aspal
Aku bangga membuat badan dan leher kalian terpisah
Khotbah kalian terbatas pada gundukan sampah
Lawan api dengan api semoga kalian cepat rata dengan tanah
Tai sejarah memang homicide adalah selangkangan dajjal diatas metode yang penuh cairan ludah
Back-up omonganmu sambil menunggu neraka mampir
Hak hidupmu akan kubakar hingga arang terakhir
Seratus kali lebih dangkal dari tajuk pembakar batas
Seribu kali lebih busuk dari demokrasi Amerika
Kami akan selalu berpikir setiap kafir harus berakhir diperapian
Bagi dunia yang tak melebihi dari sebuah persinggahan
Karena keyakinan kami lebih besar dari sebuah orasi logika kalian basi, mulut kalian bau tengik terasi
Karena Jihad adalah wajib bagi munafik atheis seperti kalian
Maka jawaban atas lagu puritan adalah omung kosong besar
Bagi pengecut atheis yang masih bisa bersembunyi dibalik KTP Islam, yeah
Seberapa jauh kau bangga pada dirimu
Tapi arena mikropon ini juga berbicara tentang implementasi bung!
Wooo … Islam, is my life, is my way, is my habit ( Muslim unite…)

link download : http://www.4shared.com/mp3/HugnZERM/thufail_alghifari_-_puritan.html

Free Download and liric Thufail Al Ghifari - SHALAWAT

Yaa Nabi salamun ‘alaika …
Yaa Rasul salamun ‘alaika …
Shalawatku selalu untukmu
Sepanjang waktu di kedalaman qalbu
Doa-doa tercurah dari dalam hati ini
Hanya untukmu juga keluarga dan para sahabatmu
Yaa Rasulullah adakah engkau kan mengenalku
Akankah kita bertemu di Syurga Alloh dalam tegur sapamu
Bercerminku sejenak sadarku sering terhentak
Tentang keterbatasanku hingga ketidaksempurnaanku meneladanimu
Rahasia warna warni yang menghitam
Timbul tenggelam menyelam mengiringi poros matahari hingga terbenam
Ini cintaku untukmu yaa Muhammad saw
Sang pembawa Rahmat panglima terhebat
Penutup risalah nabi-nabi Alloh yang kan selalu melekat
Yaa Nabi salamun ‘alaika …
Yaa Rasul salamun ‘alaika …
Munafiqkah aku bagimu yaa Nabi Alloh
Kala berandalan ini begitu terbatas tuk menjawab tanya
Ketika ku perhatikan dunia yang penuh durja
Dan jalan taubatku yang terbungkus prasangka fitnah
Padamu ku ingin bercerita-bercerita
Bertanya banyak dan habiskan senja
Tapi aku hanyalah sampah yang coba selami Syahadah
Membakar pekat jejak-jejak sesat
Dan jika lagu ini bisa menembus langit
Dan qta memang tak kan pernah bertemu
Ku ingin kau tahu
Betapa ku bangga padamu yaa Muhammad saw
Sang pembawa Rahmat
Yaa Nabi salamun ‘alaika …
Yaa Rasul salamun ‘alaika …
Merindukanmu aku begitu rapuh
Merenungkanmu aku begitu malu
Menyampah tersampah dan disampahkan
Begitulah adanya diriku sering merasa
Ketika kau wariskan semua kesempurnaan
Menjadi sempurna dan di sempurnakan
Pada setiap mesiu keteladanan yang kau wariskan
Dalam uraian tentang hakikat kebaikan
Atau hakikat jiwa yang penuh kesabaran
Bersama syair hidup tentang ketabahan
Ini sujudku yang tak sekhusyu’ sujudmu
Ini hari-hariku yang tak sebajik harimu
Tapi bersama sejarahmu aku ingin selalu terjaga
Uraikan pujian pujangga Syurga
Senandung hati jiwa dan raga merintis tirai-tirai Jannah
Mengikhlaskan duka

Yaa Nabi salamun ‘alaika …
Yaa Rasul salamun ‘alaika …


link download : http://www.4shared.com/mp3/rM5gZQnL/thufail_alghifari_-_rasulullah.html

Free Download and liric Thufail Al Ghifari - PETUNJUK JALAN

Kita yang pernah terjatuh, terprosok jauh,
bahkan hancur dan tak lagi utuh
Letih yang merangsang rasio dan nalar
Pecahkan sadar diantara jewantah fitnah
Sedikit demi sedikit kalbu terselimuti pahit
Sekejap membutakan hati dan kian menyempit
Lalu mati sesudah sakit
Bertanya tentang batas tipis
tentang kenyataan yang mengiris
Saat saat dimana Kaab Bin Malik
sadari batas definisi nurani dan munafik
Lalu kembali belajar berdiri dan coba menampik

Jalan ini selapang dadamu
Jawaban itu bersemi dalam ikhlas jiwamu
Bukan kualitas lidah
Tapi ketulusan adalah inti permata nurani
Apakah kita memang mampu mengerti
Tentang 4 mata jiwa yang sesungguhnya kita miliki
Dua untuk dunia dua untuk akhirat
Untuk berpikir kembali dengan hati dan selalu belajar keluar dari pergulatan hakiki
Antara nurani dan bisikan manusiawi sebagai juara sejati

Berjalanlah
Percayalah kau tidak sendiri
Berjalanlah
Percayalah kau tidak sendiri

Karena diperlukan suatu hentakan yakin
Yang akan melahirkan keberanian, keteguhan dan kesabaran
Bertolak dari jaminan yang tak pernah lapuk
Bagi mereka yang tak pernah lupa akan hakikat hidup yang hanya sekali
Yang tak pernah ragu memilih keabadian di sisi Ilahi Rabbi
Dan terus menggaungkan kebenaran yang di yakininya
Tak ada nyawa cadangan tak ada umur reserve
Karena pertarungan ini hanyalah tentang hidup dan mati

Patahkan Semua kecewamu
Semua kekalutan dan gelisah
Patahkan semua kesedihan
Semua kepedihan jiwa

Turunkanlah jenazah ke dalam liang lahat
Melepas kerabat diakhir nafas ketika kau terlambat memahat
Berbiduk di gelombang yang ganas
Bila hati belum juga nikmati rasa memanas
Takbirkanlah empat kali akan kematian hati dan nurani kita bersama
Untuk para pewaris Muhammad
Penerus janji janji Alloh yang pasti
Inilah cahaya terang dan jalan lurus yang selalu siap menghantar
Pada keselamatan dunia dan kebahagiaan akhirat

Berjalanlah
Percayalah kau tidak sendiri
Berjalanlah
Percayalah kau tidak sendiri

Perhatikanlah
beribu ribu pengecut yang keluar rumah mereka dengan perasaan takut mati
yang membuat langkah menjadi berat
dalam gambar hari esok yang kian berwarna hitam pekat
dalam keruh nurani dan angan angan yang panjang
ketika kematian tidak membuat jalanmu gemetar
amal yang retak dan degradasi kebajikan yang kehilangan letak
terjebak dalam kerugian jiwa
dalam padamnya hati yang mulia
masalah tidak selesai bersama fenomena dan fatamorgana
tapi hakikat jiwa
selalu bersemi dalam rangkaian cinta dua pusaka
ia adalah gerak yang tak kenal henti
dan keteguhan yang tak kenal menyerah
ia adalah pengakuan bagi siapapun yang mentauhidkan Alloh
pikiran besar yang tercairkan disetiap lembar
yang membunuh keresahan hati yang kaku
dan tak pandai kau cairkan
atau biarkan senandung nasib terintikan bagi zaman sesudahmu
dan menjadi pupuk khasanah doa yang kau panen untuk hari esok generasimu

Berjalanlah
Percayalah kau tidak sendiri
Berjalanlah
Percayalah kau tidak sendiri

Inilah kisah kita kawan
Kisah kau dan aku
Kisah kita semua
Bersabarlah
Karena tidak ada masalah diluar kemampuanmu

Karena sabar pada orang lain adalah kasih sayang
Sabar pada diri sendiri adalah harapan
Sabar pada orang yang kita cintai adalah ibadah
Sabar pada Alloh adalah takwa
Bersabarlah...

link download : http://www.4shared.com/mp3/Pjn2kF5Q/file.html

Free Download and liric Thufail Al Ghifari - PERJALANAN KE SYAM

Ya Rabb
Terima Kasih atas semua kebaikanMu
yang telah memberikanku semua kenikmatan Islam ini...
Engkaulah sumber kekuatanku…
Walau begitu sering sunyi dan letih menghampiri...
Namun hening kisah abadi utusanMu selalu menghibur redup semangatku
Untuk tetap bertumbuh dalam ragam warna hari dan pendapat
Dan aku begitu merindu atas surgaMu
Walau begitu sering jiwaku merasa tak layak di sana…
Namun dibalik semua keterbatasanku...
Aku titipkan doa agar Kau mau untuk memaafkanku
Ada begitu banyak khilafku
Ada begitu banyak salahku...
namun adakah alasan lain dariku meneteskan air mata ini selain takut padaMu..

Takut pada AmarahMu, takut jika Kau tidak mengenalku kelak di akhirat nanti…

Ya Rabb
Aku belum bisa meneladani Nabi Muhammad 100%
Begitu sulit rasanya walau aku akan terus mencoba
Iman ini sering naik turun ya Rabb...
namun aku mohon jangan kau gelapkan hatiku dari hidayahMu
tak ada harta kekayaanku selain memiliki Islam dalam hidupku
tak ada kekayaan terbaikku selain menjadikan Engkau diatas segala galanya
tak ada warisan terbaik dalam hidupku selain mengakui Nabi Muhammad adalah utusanMu

Ya Rabb...
Angin kehidupan terus bertiup
Waktu selalu setia menemaninya berjalan
Menghias kekompakan siang dan malam
Dan Matahari yang tak lelah iringin putaran bulan di planet ini
Dan aku masih belum bisa memberikan apa – apa...
Hanya ingin tetap berusaha ikhlas
Dan coba tuk selalu tegar melawan setiap badai...

Chorus:
Ya Rabb...
Keringat – keringat yang basuh daki tubuh disetiap saksi saksi ikhtiar..
Dan ku yakin jika aku masih bertahan
itu pasti karena Kau selalu ada dalam setiap langkahku..
Sungguh...
hanya padaMulah aku sandarkan harapan
Hanya padaMu aku titipkan ikhtiar
agar gentar berubah menjadi radar keoptimisan
Menerawang esok dalam kepastian rahmat dan keberkahan

Aku berdoa dalam setiap keterbatasan
Menjaga yakinku melawan syahwatku yang sering menipu
Jagalah aqidahku dari ribuan thagut yang menyeranta dalam benak belukar
Anta beranta logika dan analisa yang tak jarang rumuskan kebutaan dunia

Keasingan ini berat ya Rabb
Maka aku mohon tegarkanlah jiwa yang lemah ini
BIsmillahi tawakaltu Alallah La haula wa la quwwata illa billah
Maka Kuatkanlah
Kuatkanlah hati yang rapuh ini
Teguhkan kepalan yang menyimpan cita cita Jihad menuju mahligai keridhoanMu
Mardhotillah... ya Rabb
Mardhotillah... ya Rabb

Karena janjiMu pasti dan ku sangat yakin itu
Maka jagalah langkahku dari segala WAHN yang menyesatkan
Tabahkan komitmen ini di antara semua fitnah dan duka

Ya Rabb
padaMu aku mencari jawaban disetiap dilemma dan kegundahan
Engkaulah tempat terbaik aku mencurahkan gelisah nafasku

Perjalanan ini terasa hampa tanpa kehadiranMu.. Ya Rabb
Aku yang hina ini berharap keridhoan menuju SurgaMu yang abadi…
Tak lelah ku memohon ampun padaMu
Agar setiap luka terbasuh syahdu nada cintaMu
Membuka ruas hati yang hitam dalam cahaya hidayahMu
Menembus ruang ruang kehidupan terindah
Aku yang ingin terjaga di jalanMu
Aku yang ingin selalu istiqomah melepas diri dari semua thagut mencari ridhoMu
Karena aku takkan pernah berharga kalau bukan karena cahaya keimanan dariMu
Maka aku berserah diri menjual semuanya padaMu
Belilah hamba dan lunasilah dengan keridhoanMu
Karena tak ada cita cita terbaik selain ingin bertemu dengan Engkau dan RasulMu
Dalam keindahan kehidupan yang abadi
Aku memohon ampunanMu, Aku mengemis cintaMu, Aku yang berusaha istiqomah dalam hijrah kepadaMu…Ampunilah hamba ya Rabb...

link download : http://www.4shared.com/mp3/Mn-kBJ1X/thufail_al_ghifari_-_perjalana.html

Free Download and liric Thufail Al Ghifari - MUHASABAH

Nafasku yang menghela dalam ketakutan
Jiwaku yang bergetir dalam kesunyian
Tentang kerinduanku padamu ya Allah
Di setiap langkahku
Di dalam jiwaku

Engkaulah yang maha memberikan rahmat
Engkaulah yang penuh dengan jutaan maaf
Maafkanlah disetiap amalku
Yang tak pernah sempurna
Yang penuh dengan noda

Ampunilah kami yang begitu sering dustakan nikmat-Mu
Tuntunlah kami selalu dalam jalan-Mu
Oh…
Yeah… Yeah… Yeah…

Ke surga-Mu ya Allah
Maafkanlah diri ini di setiap amal yang tak sempurna ini
Ke surga-Mu
Bawalah kami kembali berkumpul bersama dengan kekasih-Mu

Ampunilah kami yang begitu sering dustakan nikmat-Mu
Tuntunlah kami selalu dalam jalan-Mu
Oh…
Yeah… Yeah… Yeah…

Ke surga-Mu ya Allah
Maafkanlah diri ini di setiap amal yang tak sempurna ini
Ke surga-Mu
Bawalah kami kembali berkumpul bersama dengan kekasih-Mu

link download : http://www.4shared.com/mp3/9gDjfM6u/thufail_alghifari_-_muhasabah.html

Free Download and liric Thufail Al Ghifari - METAMORFOSIS

Menjadi karanglah meski tidak mudah
Sebab ia kan menahan sengatan binar mentari yg garang
Sebab ia kan kukuh halangi deru ombak yg kuat menerpa tanpa kenal lelah
Melawan bayu yg keras menghembus & menerpa dgn dingin yg coba membekukan
Sebab keteguhannya kan menahan hempas badai yg datang menggerus terus menerus
Ia kan kokoh kan diri agar tak mudah hancur & terbawa arus

Ia kan berdiri tegak berhari-hari bertahun-tahun berabad-abad tanpa rasa jemu & bosan

Menjadi mutiaralah meski itu juga tak mudah
Sebab ia berada didasar samudra yg dalam
Sebab ia begitu sulit dijangkau oleh tangan2 manusia
Sebab ia begitu berharga sebab ia begitu indah dipandang mata
Sebab ia tetap bersinar meski tenggelam dikubangan yg hitam

Menjadi pohonlah yg tinggi menjulang meski itu tak mudah
Sebab ia kan tatap bara mentari yg terus menyala disetiap siangnya
Sebab ia akan meliuk halangi angin yg bertiup kasar
Ia kan terus menjejaki bumi hadapi gemuruh sang petir
Sebab ia hujamkan akar yg kuat menopang
untuk menahan gempita hujan yg coba merubuhkan & senantiasa memberikan bebuahan yg manis & mengenyangkan
Sebab ia kan berikan tempat bernaung bagi burung-burung yg singgah didahannya

Lalu berikan tempat berlindung dengan rindang daun-daunnya

Menjadi pauslah meski itu juga tak mudah
Sebab dgn sedikit kecipaknya ia kan menggentarkan ujung samudra
Sebab besar tubuhnya akan menakutkan musuh yg coba mengganggu
Sebab sikap diamnya akan membuat tenang laut & seisinya

Menjadi melatilah meski tampak tak bermakna
Sebab ia kan tebar harum wewangian tanpa minta balasan
Ia begitu putih seolah tanpa cacat
Sebab ia tak takut hadapi angin dan hujan dgn mungil tubuhnya
Ia tak pernah iri melihat mawar yg segar merekah & tak pernah malu pd bunga matahari yg menjulang tinggi
Ia tak pernah dengki & rendah diri
Pada keanggunan anggrek & tulip yg berwarna-warni & tak gentar layu karena pahami hakekat hidupnya

Menjadi elanglah dgn segala kejantanannya meski itu juga tak mudah
Sebab ia harus melayang tinggi menembus birunya langit
Melanglang buana taklukkan medannya
Sebab ia harus melawan angin yg menerpa dari segala penjuru
Ia harus mengangkasa jauh tanpa takut jatuh
Menungkik tajam mencengkram mangsa & kembali kesarang dgn makanan diparuhnya
Bersama kepak sayap yg membentang gagah

Menjadi kupu-kupu lah meski itu juga tak mudah
Sebab ia harus melewati proses-proses sulit sebelum dirinya saat ini
Ia lalui semedi panjang tanpa rasa bosan & belajar lebih banyak berdiam
untuk menunggu waktu yg tepat tentang keindahan
sbb ia bersembunyi & menahan diri dari segala yg menyenangkan
Sehingga tiba saat utk keluar & bagikan kebaikan

link download :  http://www.4shared.com/mp3/Jx7MOr-l/thufail_al_ghifari_-_metamorfo.html

KENANGAN ANNIVERSARY MASALALU PERNAH ADA DI HATI

Free Download and liric chatatan thifail al ghifari

bukan untuk idola dan diidolakan semua karya ini
tapi cuma menunjukan keterbatasan diri
jika ada yang berharap menjadi raja
maka di sini bukanlah tempat bagi dirinya
irama ini adalah bisikan yang selama ini gagu
gagasan ini hanyalah geliat yang selama ini kaku
engkau mendengarkan
semua bergembira
kita sangat mengagumkan
jatung kita pompa untuk para ruhani
telinga kita mixing agar jadi penderma
lisan selama ini selingkuh dengan dusta kita bersihkan dengan asmara
dulu kita masih kecil
lebih kecil dari lubang jarum
sekarang saat kita sudah besar
tanggung jawab kita bertambah-tambah
sudah bisa di nilai orang
karena kita sudah sering kelihatan
berhati hatilah dengan sanjung puji
karena mengharap sanjung puji hanya ada di benak bukan orang yang terpuji

link download : http://downloads.ziddu.com/downloadfiles/3293192/UnknownArtist-Track1.mp3

Free Download and liric Thufail Al Ghifari - catatan terakhir


terjagalah dari segala maksiat
dari segala zina dan nafsu dunia yang sesat
disatukan dalam karunia yang suci bersama jiwa jiwa
yang selalu haus akan ibadah dan penuh harga diri
ini bukan cerita cinderela
bukan juga patah arang cinta buta siti nurbaya
tak dapat diukur tapi bersama Allah
semua pasti akan teratur
dinyatakan dalam ketulusan
dari mutiara ketakwaan yang sangat mendalam
bersemi dari pupuk akhlak yang hebat
berbuah dalam kesabaran dan ketekunan yang lebat
tidak, ini takkan dimengerti
oleh hati yang penuh dengan dusta
yang buta oleh warna warni dunia yang fana
ini hanya untuk mereka yang selalu ingin luruskan
keteladanan bagi generasi berikutnya
keteladanan abadi dalam harum kesturi dan buah ibadah
dan menjadi manis seperti kurma
diawal rembulan yang indah
untuk selalu berjalan dalam kesetiaan dan harapan
dan hanya mau mencium
atas dasar kemurnian kita berkata cinta
karena bukan apa siapa dan bagaimana
tapi luruskanlah dalam wangi surga
karena apa sebenarnya kita berani berkata cinta

hingga rambut kita memutih
hingga ajal kan datang menjemput diri ini
hingga rambut kita memutih
hingga ajal kan datang menjemput diri ini

inilah cinta sejati
cinta yang tak perlu kau tunggu
tapi dia tumbuh bersama doa malam yang teduh
tak tersentuh oleh mata dunia yang palsu
petunjuk yang selalu datang
dari ruang para malaikat
yang sanggup melihat tak kenal pekat
tak lekang oleh zaman yang kan terus melaju
takkan habis oleh waktu
karena kecantikannya tersimpan dihati
dalam pesona yang selalu menjaga jiwa
yang menjadikan dunia menjadi surga
sebelum surga sebenarnya
yang membuat hidup lebih hidup
dari kehidupan sebenarnya
seperti sungai yang mengalir
bening airnyapun selalu artikan keseimbangan syair
yang satukan dua perbedaan dalam satu ikatan
untuk melihat kekurangan sebagai kesempatan
dan kelebihan sebagai kekuatan
lalu saling mengisi seperti matahari dan bulan
dalam kesetiaan ruang kesolehan dan kasih sayang
bagi sejarah penutup halaman terakhir perjalanan
para kesatria sastra jihad dan dakwah
tercatat dalam untaian rahmat berakhir
dalam catatan terakhir yang mulia
digariskan hanya oleh ketetapan Allah Subhanahu wata’ala

hingga rambut kita memutih
hingga ajal kan datang menjemput diri ini
hingga rambut kita memutih
hingga ajal kan datang menjemput diri ini

link download :  http://www.4shared.com/mp3/KDfuPkdO/catatan_terakhir_-_thufail_al_.html

Free Download and liric Thufail Al Ghifari - CERMIN MASA LALU



Assalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh …

Terjaga dari nikmat hijrah
Rahmat hidayah kebesaran sang penguasa cipta
Rasio dari kualitas logika yang harumkan madinah dengan senyum putra bani Hasyim untuk sempurna
Membakar batas stagnasi jahiliah
Terjagalah hidayah kami ya Allah
Seperti ketika sinarMu memuliakan kebesaran arabia
Terantuk ku rapuh berkeludru kalbu jiwa tertunduk lesu
Dalam setiap peluh ku mengadu
Tentang betapa lemahnya diriku duhai Engkau sang penguasa Firdaus
Neraca dari keseimbangan cakrawala
Nikmat hijrah meraba air revolusi angkasa
Mengalir sempurna dari cerita tirai sejarah anbiya
Jalan yang begitu panjang iringi setiap kenangan para pejuang
Menemani langkah yang lekang ketika mataku berhenti ke belakang
Dunia dari quraisy manipulasi abu jahal membakar dari misteri sang malam dan siang
Menyulut suhu perapian neraka meronta dari kultus perapian dunia
Luruskan niatku ya Allah
Dengan restumulah kami kan tetap terjaga
Referensi nilai-nilai ibadah
Implementasi dari keheningan Syurga
Jika bukan karena engkau ya Allah
Jika bukan karena engkau ya Allah
Aku pasti kian jauh terjatuh …
Subhanallah wabihamdih …

ku ungkapkan semua perasaanku hanya padaMu …
ku ungkapkan semua kesetiaanku hanya untukMu …
Terima kasihku ya Allah, hanya padaMu …

Di setiap hari tersimpan pahala
Satu hingga sepuluh halaman tilawah
Seminimal sekali seminggu qiyamul lail
Mendirikan shalat, membayar zakat, terjaga dan berpuasa
Berhaji jika kau mampu, memuliakan setiap amal di setiap waktu
Berdzikir di tiap langkah, mengingat Allah dan setiap kebesaran rahmatNya
Muhasabah adalah filter hati, semoga kita selalu terjaga dari kelalaian hari
Akhlak adalah harga diri, Ibadah adalah harta, merekontsruksi kotornya hati dan raga
Semoga kita bukan bagian dari para ahli neraka
Karena aku tahu rizki ku takkan mungkin di ambil orang lain, karenanya hatiku tenang
Karena aku tahu amalku takkan mungkin dilakukan orang lain, maka aku sibukkan diriku beramal Karena Allah maha mengetahui dan melihat, maka aku malu bila Allah mendapatiku bermaksiat Karena aku sadar kematian selalu menantiku, maka persiapkanlah bekal sebelum kita berjumpa dengan sang khalik
Karakteristik dari Muslim sejati, melangkah seperti kemuliaan para Syuhada
Percayalah selalu sahabat, Allah selalu ada beserta kita

ku ungkapkan semua perasaanku hanya padaMu …
ku ungkapkan semua kesetiaanku hanya untukMu …

Menebar cahaya indahnya keAgunganMu …
Menebus harga kerapuhan masa laluku …
Air mata di setiap harga mati hidupku …
Tuk restuMu agar ku tetap terjaga …

link download :  http://www.4shared.com/mp3/Y4IcRQcJ/thufail_alghifari_-_cermin_mas.html

Free Download and liric Thufail Al Ghifari - DARI ATAS SATU TANAH TEMPAT KITA BERPIJAK



Intro:
Sahabatku inilah ringkasan perasaan gundah yang pernah kau titipkan padaku. Secara langsung atau melalui surat dan email. Maaf, Thufail hanya bisa menjawab melalui syair sederhana lagu ini sekedar meyakinkan, bahwa Allah tidak akan pernah memberi cobaan diluar kemampuan hambanya. Yo! Tetap semangat!

Dari atas satu tanah tempat kita berpijak
Teruslah bergerak, berhentilah mengeluh…

Pada setapak kehidupan ketika kau bersedih
Senandung cerita lirih hati yang tak bertepi
Pada dimensi sajak hari yang terlalu dingin
Ketika kesepian menjawab renta malam tanpa angin
Semilir hidup dan sebuah kalimat mungkin
Pada harapan ketika jiwa harus tetap berdiri
Membelai hidup yang tak memerlukan terima kasih
Maka, maafkanlah…
Hadapi hidup ini apa adanya
Hidupi hidup dengan iman dan kesabaran
Enyahkan kejenuhan hidupmu buanglah rasa cemas
Bersyukurlah seluas langit dan bumi
Tinggalkan kekosongan harimu dalam rencana esok pada kehidupan di hari yang lain
Tanyakan pada dirimu akan kesantunan yang selalu terabaikan

Dari atas satu tanah tempat kita berpijak
Teruslah bergerak, berhentilah mengeluh…

Peliharalah, peliharalah senyummu agar tak menjadi palsu
Menikmati kesedihan dan menjadi tangguh
Menakhlukkan pedih menjadi peluru
Bernafas seperti batu, menjadi singa dalam kejayaan matahari
Menjaga malam bersama tamaknya ibadah para rahib rabbani
Mensyukuri semesta barsama para penjaga purnama
Menikahkan jiwa bersama dakwah
Mencumbu cinta didalam jihad
Bekali perjalanan bersama Allah dan RasulNya
Membalut hati tanpa retorika
Siapkah kau jika hari menjadi pedang dan kesempatan kedua tak lagi memilki sarang
Bertarung manjaga cinta dalam kesepian
Membunuh waktu dalam harapan
Karena lahir adalah untuk melihat kenyataan

Dari atas satu tanah tempat kita berpijak
Teruslah bergerak, berhentilah mengeluh…

Pada lautan airmata kita belajar
Pada kepedihan yang mendidik kita tuk tak gentar
Bertahan menjadi akar, bersemi pada keteguhan yang mekar
Celakalah para humazah dan lumazah
Neraka serapah jelantah
Kebutuhan jiwa di alam barzakh
Menebar jejak misteri syafaat dan kesolehan
Pada saat setiap telusuri sahara jiwa dan keabadian
Didekat jasad syahid hamzah
Temukanlah ibroh bukit uhud dari profil mini musoiram
Begitulah sejarah menuntut kita tuk bangkit kembali
Meniti tangga hari walau berulang terjatuh bangkit dan kembali terjatuh
Berdiri dan optimislah!
Karena kita adalah pewaris Rasulullah diajarkan bersabar diantara lapisan batu penduduk Thaif

Dari atas satu tanah tempat kita berpijak
Teruslah bergerak, berhentilah mengeluh…

link download :  http://www.4shared.com/mp3/4rzX9_N-/08Dari_Atas_Satu_Tanah_Tempat_.html